Showing posts with label #30HARIPERSONALSOUNDTRACK. Show all posts
Showing posts with label #30HARIPERSONALSOUNDTRACK. Show all posts

Saturday, August 4, 2012

Hari 4: Please, Please, Please, Let Me Get What I Want - The Smiths





Malam itu setahun yang lalu. Di sebuah rumah kontrakan dengan kolam kecil berisi ikan lele kecil-kecil yang berenang-renang didalamnya.  Saya memikirkan sebuah keputusan. Biarkan saya menjadi diri saya sendiri.

Meninggalkan kemunafikan, meninggalkan kesemuan yang hanya mengganggu mimpi saya, dan pergi untuk meraih cita-cita saya.
Entah apa yang dikatakan oleh semua orang yang mengenal saya, Mama, kakak dan para sahabat.

Saya hanya ingin lebih baik. Saya ingin dimengerti, saya memiliki harapan untuk menjadi apa yang harusnya saya lakukan.

MOVING.
Tidak meninggalkan kota tercinta saya, Jakarta. Bukan meninggalkan sahabat dan keluarga tersayang, tetapi berusaha untuk mereka agar mampu menikmati saya yang sesungguhnya.

Saya hanya ingin menjadi Oval Roy yang berjuang sampai titik akhir untuk meraih impian.

Lagu ini mengantar saya dalam perjalan Jakarta – Yogyakarta, berharap mereka semua tahu…. Saya memendam mimpi ini sudah sekian lama.

Saya ingin menetap di Yogya, entah sampai kapan.  Saya ingin menempuh pendidikan yang saya inginkan dengan cara saya.

Good times for a change. See, the luck I've had. Can make a good man. Turn bad . So please please please. Let me, let me, let me. Let me get what I want
This time

Haven't had a dream in a long time. See, the life I've had. Can make a good man bad. So for once in my life. Let me get what I want. Lord knows, it would be the first time
Lord knows, it would be the first time

Dan pagi ini, ketika saya sudah berada di jogja, berjuang, dan perjuangan masih sangat panjang….

Lord knows, it would be the first time

Ini adalah waktu yang baik untuk menjadi diri saya, belajar mengenal kehidupan lagi, dimulai dari Hari ini. Detik ini.

Esok, saya akan kembali ke Jakarta, bertemu mama, papa didalam nisan dan sebagian kepingan hidup yang sudah sangat saya rindukan.

Bantu saya dengan do’a untuk menjadi apa yang saya inginkan.  Detik ini… saya masih memohon pada Tuhan, agar mama mengerti…..

So please please please. Let me, let me, let me. Let me get what I want

Ma, apa perlu aku nyanyikan lagu ini dihadapan mu...? 

04 Agustus 2012
03.47

Hari 3: Keyshia Cole - Love

Dapat dari google


Teringat sebaris nada tentang cinta.

Dulu. Tahun 2007. Aku masih 17 Tahun. Aku suka sekali mendengarkan Keyshia Cole – Love. Sebelum aku merasakan yang terjadi didalam lagu itu, tapi satu hal yang pasti. Aku suka nadanya. 
Sampai detik ini.

I used think that I wasn't fine enough. And I used to think I wasn't wild enough. But I won't waste 
my time tryin' to figure out. Why you playin' games, what's this all about?.

Aku cukup baik untuk mampu mencintai seseorang, tak perlu merasa ada yang salah dengan cara ku mencintai.

Love is hurting, but I’m still loving.

Now you're goin', “What am I gonna do?” So empty my heart, my soul can't go on. Go on without you. My rainy days fade away. When you come around please tell me baby. Why you go so far away, why you go

Lagu ini bisa saja aku nyanyikan hari ini, lantas aku menyerah pada detik ini. Tapi esok, aku akan kembali mencinta. Entah pada siapa dan aku masih baik-baik saja.

Ketika kamu patah hati, rasanya hujan menjadi dingin.
Lantas ketika kamu jatuh cinta, nyatanya kamu masih mampu menemukan lagi sinar pagi.

Ya…. Selalu seperti itu itu.
….. rasa yang dirasa tak pernah sama padahal nyatanya sama saja. LOVE.

Aku pernah mempersembahkan lagu ini untuk seseorang yang aku pikir adalah The One tapi aku juga pernah mendedikasikan in untuk orang lain yang aku anggap The One juga. Lantas siapa yang the one disini? Dihati mu? Di hati ku?
…. Karena Masa depan masih suci dan tak pernah kita tahu.

Mungkin saja hati besok akan bahagia atau menangis lagi.
Buka mata. Hati tidak pernah lelah disakiti. Tapi hati bisa memilih untuk tidak disakiti.

Ini bukan soundtrack galau buat saya, tapi ini adalah soundtrack kekuatan dimana esok mungkin saja aku akan menemukan orang lain lagi, barangkali untuk yang terakhir tanpa sakit  tentu saja.

Love, never knew what I was missin'. But I knew once we start kissin' I found. Love, never knew what I was missin'. But I knew once we start kissin' I found, I found you. Who would have known I'd find you?

Memulai sebuah ciuman lagi dan aku akan berfikir bahwa sesuatu telah dimulai.  
Tak dapat dipungkiri bahwa didepan nanti akan ada pengkhianatan atau luka dalam.
Dan sakit akan datang lagi dan jangan main-main.

Maka, jangan jatuh cinta jika tak ingin sakit. Mencintai sajalah.
Besok, babak baru tidak akan pernah kita tahu, bisa jadi… lagu ini akan ku putar lagi dan lagi.

ini lagu yang ironis untuk kita resapi. mungkin saya saja. 


3 Agustus 2012 

Thursday, August 2, 2012

Hari 2; Payung Teduh - Resah


Dua Agustus.

RESAH yang selalu kamu nyanyikan. Dan memintaku untuk mengunduh lagu itu untuk aku resapi, bahwa itulah isi hati mu.
Setelah sekian malam gelap, kita sudah tak lagi jalan bersama. Malam ini, aku hanya ingin menghapus resah mu itu.

Aku ingin berjalan bersamamu di antara malam yang gelap. tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu. di antara daun gugur. aku ingin berdua denganmu tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar . di atas sini melayang-layang tergoyang angin menantikan tubuh itu

Terima kasih untuk ketulusan itu.
            Sebuah kasih luar biasa yang tak mampu aku balas.

Setiap nada didalam lagu ini , adalah suara mu yang mampu aku dengar.
Betapa kamu merasakan aku yang RESAH dengan kita, hubungan kita, perbedaan kita dan segala ketakutan akan sakit kita. Aku tak mampu menghalau resah itu. Tidak seperti mu yang membawakan aku keteduhan.

Akhirnya Dua Agustus.

Setelah emosi mu meredam. Setelah aku yakin bahwa meninggalkan mu adalah yang terbaik, Payung Teduh  dan Resah ini menemani ku menulis ini untuk mu
.
Kamu benar… aku resah tak mampu menghadapi keadaan.
               Aku tak mampu mengores nadi. Aku bukan orang yang cukup berani menantang cinta.

Kamu benar.

… maaf kemarin aku tak bisa menemani mu menikmati kerinduan.
Tak ada aku disala gugur dan angin yang kau nantikan.
……. Aku tahu betapa kamu ingin berdua saja dengan ku menikmati gerimis.

Dan. Aku tak mampu.

Tapi malam ini, aku sedang bergegas, ingin menemui mu di warung pinggir jalan.
Kamu harus lihat kuku yang ku cat hitam ini, kamu harus liat senyum ku sekarang.
Dan kamu harus tau… dalam Resah – Payung Teduh, ada ketulusan yang luar biasa untuk ku.
Ada kamu. Disetiap nada.

Sampai berjumpa malam ini di warung pinggir jalan itu pria tattoo ku.. 

Hari 1; Adele - Hiding My Heart




gambar dari google 


“This is how the story went. I met someone by accident. It blew me away. It blew me away”

Bukan lagi kisah tentang kesedihan atau sesuatu yang mengiris hati. Hanya maaf terkadang sulit menghapus rasa kecewa. Aku duduk diatas serpihan lalu yang ingin sekali aku perbaiki lagi setiap goresannya. Tapi nyatanya, semua sudah berubah.

Lagu ini, dimana ku temukan dan ku resapi setelah berminggu-minggu tak ada paras mu mendatangi ku.

Kerinduan dan kenyataan yang harus beriringan. 

Ingatkah kamu tentang malam di bar itu dimana kita bertemu secara tidak sengaja?
                        Bir yang tumpah diatas meja membahasi sepatu boots mu.
                        Asap rokok yang kau tiupkan memenuhi paru-paru ku.
                        Luka di rahang mu yang membuat kita menikmati lagi sebotol bir, berduan.
                        Sinar pagi yang datang dari sela-sela jendela
                        Dimana kita menghabiskan batang rokok kita masing – masing.
                                                            ……. Aku masih ingat dan tersembunyi.

Sampai akhirnya “Rumah” dan “Pulang” pun tak pernah kamu ucapkan lagi suatu hari. Hilang.
Kau benar-benar pergi. Seketika.

Malam satu agustus.

Kamu datang lagi. Aku segera menyembunyikan hati dibawah bantal kamar yang masih terasa bau mu.

Aku menutup rapat – rapat telinga untuk mendengarkan guyonan mu. Tak ingin ada rasa pedas.
Aku tak mampu keluar kamar baruku. Mendengarkan lidah mu yang sulit merangkai kata yang tepat, melihat betapa lensa kaca mata mu tebal sekali malam itu. kemana perginya tatapan mabuk yang aku rindukan itu..?
…. Tetapi aku ada. Dibelakang mu. Memandang bahumu yang terlihat makin kurus.

Mencuri harum tubuh mu dan kusimpan rapat – rapat didalam hati dan ku bawa pergi.

Terima kasih telah datang lagi di satu agustus ini.

Seperti rasa terima kasih ku di waktu yang lalu bahwa pagi itu kamu masih ada dipelukanku bersama matahari pagi dan mengucapkan ku  “selamat pagi” sambil mencium kening ku.

Dan kehilangan mu tanpa pernah memiliki mu adalah babak yang menyenangkan.

Dimana aku membawa lempengan besi yang menusuk di telinga kiri ku, agar aku tak lagi mendengarkan sesuatu yang buruk tentang aku menurut persepsi mereka dan tentang mu.

Entahlah…

Aku baik – baik saja dengan menyembunyikan hati ku pergi.

Kini dia menggenggam tangan ku erat, dia mengecup keningku hangat, dia memeluk tubuh ku lembut. Dia mengantarkan ku bunga mawar pertama dalam hidup ku. Dia bukan kamu.

But kamu ada disetiap malam ketika Adele menyayikan aku sebuah lagu….

I woke up feeling heavy hearted . I'm going back to where I started. The morning rain, the morning rain. Although I wish that you were here. That same old road that brought me here. Is calling me home, It's calling me home
I wish I could lay down beside you. When the day is done. And wake up to your face against the morning sun. But like everything I've ever known. You disappear one day. So I spend my whole life hiding my heart away
And I can spend my whole life hiding my heart away…

Aku. Akan baik baik saja seperti mu.

It’s morning rain…

1 Agustus 2012


Oval Roy...