Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Thursday, November 13, 2014

Behind The Scene 3 Nafas Likas





Sang Kyai part 2! setelah magang di Sang Kyai, akhirnya bisa gabung sama crew ini lagi, dan mudah-mudahan status magang telah dibuang menjadi crew! *evileyes

Bergabung sama team wardrobe. dimulai dari persiapan di jakarta, sampai akhirnya terbang ke medan menjelajah sumatra utara...
bahagia ikut 3 nafas likas, kalo dulu "sang kyai" belajar "teknis" dan segala macem. saat nya di film ini ujiannya soal "emosi" dan profesionalitas kerja.
mudah-mudahan lulus ya.. hehe

dan pas nonton filmnya.. wow.... saya menangis bukan karena sedih, tapi haru, film ini membahagiakan...

banyak cerita yang mau dishare tapi sudahlah disimpen sendiri aja. hehe

Persiapan di Jakarta sama Mba Gea


Menuju Medan!foto bareng babe Gunawan Saragih, Megarita dan Kissman Tyo 

Salah Satu lokasi di desa DOKAN, KABAN JAHE. foto bareng warga dan crew

Djamin Gintings aka Vino G. Bastian dan Kak Teos 

Last Day!

@ Adityawarman, ngemil duren medan dulu lah ya 

Macam keren kali aku.. haha 

Tentara SALVO! mereka tentara bukit barisan lho...  (kostum ter.....ribet) :p 

ISTIRAHAT setelah baikan. haha 

COSTUME DEPARTMENT!!

Foto dulu ah sebelum wrap!
b








TIGA NAFAS LIKAS



Kisah dalam film ini berlatar beberapa periode waktu, mulai dari era 1930'an hingga ke tahun 2000. Juga melalui beberapa kejadian penting di Indonesia, mulai dari perang kemerdekaan, pergolakan revolusi di era 1960'an, hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia. Cerita dalam film ini berlatar di tiga lokasi; tujuh kota di Sumatera Utara, Jakarta, hingga ke Ottawa, Kanada.[5]
Bercerita tentang seorang perempuan istimewa bernama Likas (Atiqah Hasiholan), yang menjalani kehidupan luar biasa. Likas kemudian berhasil meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan, karena ia memegang teguh tiga janji yang pernah diucapkannya kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya. Janji-janji itulah yang selalu berada di setiap tarikan nafasnya. Nafas yang memberikan ruh dan semangat dalam setiap tindakan, serta keputusannya. Keputusan yang lahir atas janjinya untuk terus berjuang dan berlandaskan kerinduannya akan cinta.
Sebuah kisah yang melontarkan sebuah pertanyaan, Untuk Siapa Kau Bernafas?


Proses pengembangan 3 Nafas Likas dimulai dari bulan Desember 2013, yang dikerjakan bersama Rako Prijanto, Titien Wattimena, dan produser Reza Hidayat. Proses syuting pun akan dilakukan mulai 26 April 2014, selama kurang lebih dua bulan. Karena cerita dalam film ini berlatar di daerah Karo, Sumatera Utara mulai dari periode waktu 1930'an hingga ke masa kini, maka tim produksi Oreima Films melakukan riset ke beberapa kota di Sumatera Utara demi mendapatkan keotentikan budaya, tempat dan adat istiadat seperti yang ingin ditampilkan di filmnya nanti. Dalam proses riset inilah, didapatkan fakta bahwa budaya Tanah Karo yang menjadi latar kisah 3 Nafas Likas berbeda dari budaya Batak dan kota Medan, yang selama ini sering ditampilkan di beberapa produksi.
Sekitar 10 persen adegan di film 3 Nafas Likas nanti akan menggunakan dialog dalam Bahasa Karo. Meski demikian, tim produksi berusaha sesempurna mungkin menghadirkan budaya Karo sehingga taste-nya tidak lari dari keadaan sebenanrnya. Film ini akan mengikuti perjalanan Likas beru Tarigan, mulai dari masa revolusi di Sibolangit, hingga kesertaannya mengikuti sang suami, Djamin Gintings, bertugas di Ottawa, Kanada. Karena rentang periode dan banyaknya seting tempat yang digunakan, maka tim produksi menyadari akan ada perubahan rengget (cengkok) atau bahkan kosakata.[6].
Beberapa lokasi syuting di Sumatera Utara, antara lain ; Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Dolok Sanggul (Kab. Humbang Hasundutan), Berastagi, Kabanjahe, Tebing Tinggi, Pamah Semilir, dan Kota Medan. Lokasi syuting lainnya adalah Jakarta dan Ottawa, Kanada.
Pada awal April 2014, sempat dikabarkan bahwa Christine Hakim akan bergabung dalam produksi 3 Nafas Likas.[7]. Namun akhirnya, posisi Christine Hakim digantikan oleh Tuti Kirana. Pada pekan ketiga April 2014, Marissa Anita dan Mario Irwinsyah dipastikan bergabung dalam 3 Nafas Likas.[8]
Demi memerankan karakter yang berasal dari Karo, Atiqah Hasiholan dan Vino Bastian melewati satu proses pelatihan bahasa, meliputi: pelatihan dialek, aksen, hingga pelafasan untuk mendapatkan keotentikan. Seting waktu yang terbentang dari era 1930'an hingga 2000, juga membuat mereka akan melalui beberapa fase perubahan penampilan fisik.
Ini merupakan pertama kalinya bagi Atiqah Hasiholan dan Vino Bastian, beradu akting dalam sebuah produksi film feature. Juga merupakan kali pertama bagi Vino Bastian memerankan sebuah karakter dengan rentang periode luas.
Meski keturunan Batak, namun bagi Atiqah perannya sebagai Likas merupakan salah satu peran paling menantang dalam karirnya. Karena ia harus mengucapkan dialog dalam bahasa yang baru baginya.
3 Nafas Likas juga melibatkan beberapa talenta asal Sumatera Utara, untuk ikut terlibat dalam produksi. Proses kasting pun diadakan secara terbuka, khususnya yang berlangsung di Medan. Pada 20 April 2014 dikabarkan bahwa talenta baru asal Medan, Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol (Finalis Wajah Femina 2013), terpilih untuk berperan sebagai salah satu anak karakter Likas.[9].


(Dikutip dari wikipedia.com)


Sebagai Assistant Costume Designer. 








Saturday, May 25, 2013

SANG KIAI : Nasionalisme dan Romantisme





Akhirnya Sang Kiai dapat disaksikan tanggal 30 MEI 2013 nanti.  Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. 

48 hari itu terasa menyenangkan; apapun hasilnya saya tetap bangga jika menyebutkan ‘Sang Kiai’ adalah film pertama saya terjun di layar lebar. 

Film yang di dukung 5000 pemain ini berlangsung di 5 kota di Jawa, yaitu Kediri, Klaten, Semarang, Ambarawa, dan Solo. Film Sang Kyai merupakan sebuah film yang menaungi 3 tema besar yaitu: Religius, Perjuangan Bangsa serta Kisah Cinta
 
Review Sang Kiai 

Pendudukan Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Seikerei (Gerakan membungkuk ke arah barat yang tujuannya adalah menghormat kaisar Jepang).

KH Hasyim Asyari (Ikranagara) sebagai tokoh besar agamis saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Menolak karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari. 

KH Wahid Hasyim, salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari (Agus Kuncoro). Berbeda dengan Harun (Adipati Dolken), salah satu santri KH Hasyim Asyari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban berjatuhan. 

Dengan cara damai KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dan KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. 
Ternyata perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi. Jepang menggunakan Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy'ari untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan seruan itu terselip di ceramah sholat Jum'at. Ternyata hasil tanam rakyat tersebut harus disetor ke pihak Jepang. Padahal saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan lumbung pesantren pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa KH. Hasyim Asy'ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.
Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH HAsyim Asyari membantu mempertahankan kemerdekaan. KH Hasyim Asyari menjawab permintaan Soekarno dengan mengeluarkan Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan masa penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan membuat Indonesia berani mati. 

Di Jombang, Sarinah membantu barisan santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng. KH Hasyim Asyari menyambut kedatangan santri- santrinya yang gagah berani. Tetapi air mata mengambang di matanya yang nanar.







Monday, January 21, 2013

Review film: Never Let Me go










Sutradara         : Mark Romanek
Produser          : Alex Garland, Andrew Macdonald, Allon Reich
Penulis             : Alex Garland (screenplay), Kazuo Ishiguro (novel)
Pemain            : Carey Mulligan, Keira Knightley, Andrew Garfield, Isobel Meikle-Small, Ella Purnell, Charlie Rowe, Sally Hawkins, Charlotte Rampling, Nathalie Richard, Andrea Riseborough
Musik              : Rachel Portman
Sinematografi  : Adam Kimmel
Editing                        : Barney Pilling Studio DNA Films/Film4/Fox Searchlight Pictures
Distrisi             : Fox Searchlight Pictures
Waktu             : 103 Menit

Review
Film ini diadaptasi dari novel yang berjudul sama ‘Never Let Me Go’ karya penulis asal Inggris Kazuo Ishiguro yang dirilis tahun 2005.
Novel ini banyak mendapatkan pujian dari banyak kritikus dunia literasi. Dan juga TIME Magazine menggelarinya novel terbaik di tahun 2005 dan memasukkannya dalam daftar TIME 100 Best English-Language Novel from 1923 to 2005.
Sebuah kisah tentang manusia produk cloning disebuah sekolah asrama, Hailsham, jika berbicara tentang cloning atau kecanggihan teknologi didalam film ini tidak dapat ditemukan property sci-fi meski bisa saja film ini dikategorikan sebagai film fiksi ilmiah (science-fiction) tetapi penonton akan mendapatkan kisah mellow-drama yang membuat penonton menginterpretasikan sendiri bagaimana perasaan dari setiap tokoh.
Aspek editing sangat membantu menciptakan plot yang halus dan suasana menjadi terkesan lambat untuk memberi ruang bagi penonton merasakan alur cerita dari film ini.

Sinopsis
Berkisah tentang cinta segitiga antara Kathy (Carey Mulligan), Tommy (Andrew Garfield), dan Ruth (Keira Knightley).
Mereka adalah ‘produk klonik’ yang diciptakan untuk mendonorkan organ-organ vital. Mereka diciptakan untuk kehidupan orang lain dan tidak memiliki hak untuk hidup mereka sendiri.
Hailsham adalah “sekolah” para produk cloning in, dengan setting tahung 1978 Hailsham tidaklah seperti sekolah umumnya mereka diajarkan nilai-nilai “pengorbanan” dan diisolasi dari dunia luar, dengan banyak cerita-cerita tidak masuk akal tentang ‘dunia diluar gerbang Hailsham’.
Mereka adalah sebuah ‘produk’ yang dijaga kualitasnya, diberi asupan gizi yang baik, kontrol kesehatan yang bener-benar diperhatikan serta tidak diperkenankan merasakan ‘kebahagiaan’ dunia luar.  Sampai akhirnya seorang guru (atau “guardian”) membocorkan fakta pahit tentang mereka dan penonton pun mengerti babak pertama tentang hidup mereka.
Kathy yang masih muda malu-malu jatuh cinta pada Tommy, dan Tommy juga membalasnya dengan malu-malu. Cintanya monyet keduanya hanya sebatas malu-malu-kucing, Hingga akhirnya cinta monyet keduanya buyar ketika Ruth menggandeng tangan Tommy.
Kemudian film meloncat tujuh tahun selanjutnya, di mana ketiganya sudah mencapai kedewasaan dan diharuskan keluar dari Hailsham menuju The Cottage, semacam tempat persinggahan“mereka”sampai akhirnya waktu pendonoran tiba.
Selama itu Kathy tetap memendam cintanya pada Tommy yang sudah menjadi milik Ruth. Ketiganya dihadapkan pada berbagai macam masalah di masa ini, seputar origin (manusia sumber DNA mereka), seputar rahasia dibalik Hailsham, bahkan seputar permasalahan cinta segitiga mereka yang semakin rumit.
Babak terakhir, seperti embel-embelnya “Completion,” mengambil latar sembilan tahun kemudian. Di masa ini, Kathy, Ruth, dan Tommy sudah berpisah satu sama lain. Kathy bekerja sebagai “carer” (perawat bagi para “pendonor”) sampai waktu donornya tiba. Babak terakhir ini bercerita reuni antara Kathy, Ruth, dan Tommy. Dilema cinta segitiga mereka pun dituntaskan di babak di sini.

--- 
ANALISIS EDITING 

Film dimulai dengan adegan Kathy H berdiri sendirian menyaksikan Tommy D yang tergeletak dimeja operasi menunggu untuk dilakukannya donor organ, penonton diperlihatkan ‘eye contact’ antara Kathy dan Tommy, diisi dengan voice over Kathy tentang pandangannya tentang hidup, bahwa tidak ada lagi visi untuk masa depannya, kisah Tommy dan Ruth, voice over diisi dengan montage menampilkan tokoh-tokoh itu ketika mereka bersekolah di Hailsham, voice over juga menggiring untuk masuk ke Flashback Setting Tahun 1978 dengan scoring suara nyanyian anak-anak Hailsham mengantarkan penonton memasuki kehidupan Kathy dan alasan Kathy mengapa ia berdiri sendirian di Rumah Sakit itu.
Tiga fase waktu membagi film ini; Saat mereka anak-anak (tahun 1978), Kehidupan mereka di The Cottage, dan Tahun 90-an masa dimana semua konflik akhirnya terjabarkan. Meski pun memiliki tiga fase tetapi teknik continuity cutting tetap mendominasi. Kesinambungan antara frame satu dengan yang lainnya sangat terasa dapat disaksikan didalam adegan awal ketika Kathy berdiri sendirian memandang Tommy yang tergeletak dimeja operasi, sebelum Tommy mendapatkan suntikan obat bius tommy dan Kathy sempat melakukan ‘eye contact’, hingga flashback memasuki tiga fase tersebut, diakhir cerita dijelaskan bahwa itu adalah ‘eye contacr’ terakhir Kathy dengan Tommy sebelum tommy meninggal, meski tidak diceritakan apa yang terjadi pada tommy setelah menjalani operasi dan adegan itu  juga yang menghantarkan Kathy kedalam “babak baru” menyingkapi hidup – fase terakhir-.
Plot yang lambat dan membuat penonton “berfikir” dari setiap adegan, dialog, serta ekspresi, dibutuhkan kepekaan tersendiri untuk memahami dan menikmati film ini. Suasana ‘smooth’ seolah memberi ruang bagi penonton untuk menelaah dan meresapi setiap dialog dan makna yang dileparkan oleh penulis naskah. Salah satu contoh dari continuity cutting dapat dilihat dari saat adegan Ruth kecil bercerita mengenai “perubahan tommy” dan tatapan Ruth saat Kathy dan Tommy bersama, semua adegan mulai berhubungan dan terjawab ketika Kathy menyaksikan ruth dan tommy bergandengan tangan dan berciuman di scene yang lain.

Sebagai sebuah film cinta dan konflik yang kompleks didalam diri masing-masing tokoh, film ini mengajak penonton merasakan sendiri dengan membuka mata dan hati.
Penggunaan teknik editing film seperti Paralel dapat dijumpai dibeberapa scene seperti ketika Ruth, Tommy dan Kathy memutuskan menjalani hidup masing-masing, tommy dengan kesendiriannya di padang rumput, Kathy memutuskan untuk mengikuti program “perawat” dan pergi meninggalkan The College.
Montage – montage juga banyak ditunjukan dan menambah efek semu didalam film ini, karena film ini menyiratkan kesemuan hidup tokoh – tokohnya.
Penonton harus memahami dialog dengan seksama para tokoh agar dapat mengikuti alur cerita film ini, karena film ini memiliki sedikit “adegan bercerita” –tidak juga movie talk- serta memahami setiap frame yang berkesan sederhana tetapi memiliki banyak arti (contoh, montage – para siswa berbaris mengambil susu secara teratur- monoton, menunjukan keteraturan dan “hidup yang sudah diprogram”) Jika tidak penonton akan lepas dari pemahaman cerita. Itu adalah kelebihan dan kekurangan dari film ini ketika sebuah cerita yang kompleks dan detail dikemas dengan halus dan sederhana,
Penonton disini hanya sebagai penonton, karena cerita tidak mengemas penonton untuk menjadi dan merasakan “inside” tokoh, hingga bisa saja terjadi salah interpretasi begitu pula dengan editingnya sedikit sekali menempatkan penonton sebagai ‘tokoh’ (point of view). Sebegai penonton yang tidak diperkenankan memasuki cerita tentunya akan terasa kurang mendapatkan emosi dari cerita sangat membantu dengan music yang menciptakan suasana melankolis itu.
Gambar yang kosong mampu menciptakan suasana “emptiness” tentang pandangan hidup, kehilangan meski terasa seperti ada “ruang kosong” ditengah tempo yang berjalan lambat.
Jika sutradara memang ingin menepatkan kehampaan didalam “Never Let You Go” maka sutradara cukup baik mengeksekusi cerita ini sebagai film cantik yang hampa.

Thursday, August 2, 2012

Crusty: Siberian Husky yang luar biasa... :')



sebelum crusty hamil

Ketika ini semua bisa di katakan sebagai sebuah Perjuangan seekor anjing yang menjadi ibu untuk pertama kalinya.

Aku. Seorang dog lovers yang tidak memiliki anjing.

Tetapi didalam hati yang paling dalam, sayang ku begitu besar untuk Crusty dan Nixi. Crusty adalah anjing ber-ras Siberian Husky dan Nixi adalah anjing ber-ras chow-chow milik Happy teman satu kontrakan ku di Yogyakarta.

Kali ini aku akan bercerita tentang crusty.

Aku memandang ini bukan sebagai seorang pemilik, tetapi sebagai seorang manusia memandang sebuah pelajaran hidup yang baru.

            “Every dogs can love everyone but not everyone can loving a dogs”

Crusty adalah anjing husky medium breed, ukuran tubuhnya kecil dibanding anjing ras husky yang lain. Happy mengadopsi crusty dengan keadaan crusty yang masih memprihatinkan, selama ini crusty berpindah-pindah adopter. Sampai akhirnya happy merawat crusty. Aku menyaksikan pertama kali crusty datang.. tulang pinggulnya masih kecil, badannya begitu kurus, bulu yang rontok  dan sangat butuh perhatian hingga begitu “bawel” dan gizi crusty sangat kurang.

Waktu berlalu, hingga crusty menjadi anjing yang sehat, menyenangkan dan manja. Meski kadang crusty begitu “menyebalkan” tapi crusty mendapatkan kasih sayang penuh dari happy, candra dan aku tentu saja.

Akhirnya..

Crusty mengandung anak pertama dari Max, Siberian husky milik mbak cippy dan teteh.

Awalnya crusty tidak sengaja di kawinkan, tapi entah kenapa setelah lup (datang bulan pada anjing) pertama kemudian crusty kembali lup lagi padahal seharusnya lup crusty masih sekitar tiga bulan lagi, awalnya kami menduga ada infeksi di rahim crusty dan bila benar ada infeksi maka crusty harus di steril, dan kami sangat sedih mendengarnya, tetapi ternyata darah yang keluar dari vagina crusty bukanlah karena infeksi melainkan dari lupnya. Dan untuk mengetes apakah crusty subur atau tidak maka ‘mengawinkan’ crusty adalah jalan yang terbaik untuk mengetahui kesuburan crusty.

Akhirnya pejantan Max lah yang di kawinkan dengan  crusty, proses pemacakannya terjadi dua kali dibantu oleh Yuda tema kami, dan proses tidak berjalan maksimal, tidak ada “kancing-mengancing’ di proses pemacakan itu. Kami semua pun pasrah dan tidak terlalu berharap bahwa crusty akan mengandung.

Aku masih ingat pertama kali mendapat kabar dari DRh. Andre bahwa crusty akhirnya  mengandung, aku, happy dan candra sedang berada di terminal giwangan untuk mengantarkan happy, candra dan nixi pergi ke Jakarta untuk mengikuti dog show . jadi tinggalah aku bersama crusty di rumah berdua.

Dugaan dokter Andre, crusty mengandung sekitar 3 – 4 baby, dan hasil rontgen menunjukan crusty mengandung 2 – 3 baby.

Seminggu lebih bersama crusty yang hamil muda adalah hal yang luar biasa…. Rewelnya seperti ibu-ibu hamil muda, banyak ngambek dan sangat-sangat membuatku mengelus dada
.
            Rutinitas ku kala itu.

Aku tidur bersama crusty didalam kamar, setiap jam 5 pagi crusty membangunkan ku dengan menjilat-jilat wajah ku… dan aku membawa crusty keluar kamar, setelah itu aku kembali tertidur lagi. Dan jam 7 pagi crusty kembali membangunkan ku dengan mendorong-dorong pintu dan berteriak-teriak ala husky mengoceh.  Seperti itu setiap hari.

Sampai akhirnya, tanggal 22 Juli 2012.

15.00

Aku dan happy sedang menikmati makan siang di warung dekat rumah. Tiba-tiba. Candra mengirimkan sms bahwa crusty sudah muntah-muntah dan mengeluarkan cairan bukan urin dari vaginanya. Tanda ingin melahirkan.

Aku, happy, dan candra luar biasa panik.

Kami menghubungi setiap teman kami yang mampu mengurusi anjing lahiran.

Kami berharap crusty dapat melahirkan secara normal.

19.00

Kontrakan kami dipenuhi teman-teman kami, Yuda, Adi, Welas. Mereka bisa dikatakan bidan ‘anjing’.
Crusty semakin gelisah, begitupun kami. Kenapa crusty belum juga kontraksi tapi crusty semakin lemas. Dada ku berdebar keras.

22.00

Crusty semakin melemas, ketika yuda memeriksa crusty rupanya anak pertama crusty sudah ada dibibir vagina crusty, kami semakin panik, karena crusty belum juga mengejan karena sudah lemas. aku akhirnya berkonsultasi dengan dokter hewan sahabatku, Putri. Bahwa crusty harus segera mendapat tindakan dokter.  Sampai akhirnya aku dan happy memutuskan bahwa crusty detik ini juga harus dibawa ke dokter. Meskipun kami semua tidak memegang uang sepeserpun. Demi nyawa crusty dan baby nya akhirnya kami nekad membawa crusty ke Jogja Pet Care Center.

23.00

Crusty sudah bersama DRH. Andre, dan diputuskan bahwa crusty harus segera di operasi secara ceasar karena tulang pinggul crusty terlalu kecil untuk kelahiran normal dan operasi ceasar adalah jalan terbaik.
Keadaan crusty yang begitu lemas membutuhkan infus untuk menambah tenaga. Saat itu drh. Andre memeriksa anak pertama crusty dan sudah diprediksi bahwa anak yang berada di ujung rahim crusty sudah tidak mampu diselamatkan, kami semua ikhlas, yang penting crusty segera mendapatkan pertolongan.

23 Juli 2012

00.00
Crusty memulai operasi ceasar.

Anak pertama crusty yang diduga telah meninggal diletakkan didalam baskom. Dan mulai keluar anak-anak crusty yang lain. Setelah keluar anak ke tiga ternyata Yuda melihat detak jantung anak pertama crusty masih berdetak. Akhirnya kami segera menolong anak crusty yang pertama, kami membersihkan plasentanya dari hidungnya.

Tuhan berkata lain.. anak crusty yang diduga meninggal itu dapat hidup kembali. :’) aku sangat ingin menangis saat itu.

Crusty sempat tersadar ketika menjalani operasinya selama tiga kali, crusty menangis seperti kesakitan, padahal obat bius yang dokter berikan sudah sesuai dosis tapi rupanya crusty begitu kuat.
Hal yang mengejutkaan lainnya.

Awalnya dokter andre bilang…

“wah, sepertinya anaknya crusty ada 4”

Kami semua terkejut.

Lalu beberapa menit kemudian. Dokter andre kembali berkata “ bisa jadi ada lima”

Kami kembali terkejut luar biasa, tak menyangka ada lima janin di dalam perut crusty.

Dan dokter andre kembali membuat kami terkejut ketika beliau bilang…

“sepertinya ada enam, karena didalam satu plasenta terdapat dua janin” …. It’s mean. Crusty punya anak kembar! Kami semua bahagia.

Yuda, candra dan aku membantu membersihkan baby crusty dengan menghisap plasenta dari hidung babynya…  jangan Tanya rasanya…. Yang ada dipikiran ku saat itu adalah, keenam anak crusty ini harus hidup karena mereka semua tidak mengeluarkan reaksi apapun.

Segala hal dilakukan, mulai dari menghisap plasenta dari hidung baby –baby itu dengan mulut kami, sampai menggosok-gosokan punggung baby-baby kecil crusty agar segera merespon.

Lagi – lagi aku ingin menangis.

Aku membayangkan betapa rumah kontrakan kami akan begitu ramai dengan puppies yang berjumlah 6 itu.
Mereka semua belum memberikan respon apapun. Sampai akhirnya anak ke tiga crusty tiba-tiba menangis, kami semua bahagia, termaksud mba cippy dan teteh, pemilik max, pejantan yang dikawinkan oleh crusty. 
Ini adalah anak pertama max.

Anak ketiga yang luar biasa, happy memberi nama “boy” . boy memiliki postur yang besar untuk seekor puppies.

Di susul oleh anak pertama crusty yang di duga telah mati tiba-tiba menangis kencang.

Aku begitu terharu, semangat hidup Bro, nama anak pertama crusty begitu luar biasa.

Tuhan sangat berkuasa malam itu.

Kami semua masih berusaha membangunkan anak-anak crusty yang lain. Dengan segala upaya, dokter andre memeriksa keadaan empat anak itu,, detak jantung mereka terlalu lemah dan sepertinya Tuhan belum mengizinkan mereka berkumpul bersama kami dirumah… akhirnya mereka pergi.

                        “ Yang penting crusty selamat dan kedua puppiesnya adalah hadiah dari Tuhan”

Crusty pun siuman, insting seorang indukan sangat luar biasa, dy begitu menyayangi bro dan boy. Crusty menjilat-jilat anaknya dan memberi susu anaknya. Ada raut kesedihan dan kebingungan dari mata crusty, seperti mencari anak-anaknya yang lain, yang sedang menunggunya di jembatan pelangi bersama Tuhan.

Aku menangis dalam hati.

Betapa aku merasa begitu menyayangi crusty meski ia bukan anjing ku. Mungkin banyak yang berfikir,  bagaimana bisa aku menyayangi seekor anjing yang bukan milikku. Tapi aku percaya, meski crusty bukan milik ku, tapi dia juga meyayangiku. Apapun itu, milik siapa pun crusty aku begitu sayang crusty
.
Membayangkan jika kami telat membawanya ke klinik dan telat mengambil keputusan untuk melahirkan secara ceasar karena tidak mungkin crusty melahirkan secara normal dengan keadaan plasenta yang berisi dua janin itu, mungkin crusty yang tidak bisa diselamatkan. Aku tak bisa membayangkan bila crusty pergi lebih dahulu ke jembatan pelangi.

Terima kasih dokter Andre yang telah berusaha sepenuhnya untuk crusty dan the puppies …..

04.00

Aku, happy, candra, mba cippy, dan teteh membawa jenazah keempat anak crusty ke rumah mba cippy untuk di makamkan.

Rasanya merinding ketika aku membungkus jenazah anak-anak crusty yang sangat lucu itu dengan kafan. Dan perih sekali rasanya ketika melihat max begitu sedih dan bingung harus berbuat apa ketika ia melihat jenazah anak-anak pertamanya.

Satu yang aku sadari… mereka memang hanya binatang, tapi binatang pun memiliki perasaan, hati dan ketulusan. Mereka mampu menangis ketika kehilangan sesuatu dari hidupnya dan semua terasa begitu tulus dan suci.

Max, tenang nak… kamu masih memiliki dua jagoan hebat yang memiliki semangat hidup luar biasa.

20.00

Kami membawa crusty pulang, betapa bahagianya membawa crusty, boy dan bro pulang kerumah.
Anak-anak yang lucu dan crusty yang begitu keibuan adalah hal terindah yang pernah aku lihat, karena aku menyaksikan dari awal crusty di kawinkan oleh Max, hamil muda crusty, dan setiap detik operasi ceasar crusty sampai berharap keempat anak crusty yang lain tetap hidup. Tapi kami semua ikhlas, boy dan bro sudah mampu membuat kami semua bahagia apalagi tingkah boy dan bro yang begitu nakal dan menggemaskan.

24 Juli  2012

09.00
Tiba – tiba candra dan happy membangunkan ku yang masih terlelap. Suara crusty dan anak-anaknya terdengar kencang, aku masuk kedalam kamar crusty, didalam kamar crusty sudah berceceran darah aku pikir itu karena nifas, ternyata bukan, ada Sesuatu yang keluar dari perut crusty, kami bingung apa itu, crusty tidak menangis atau pingsan, ia hanya berputar – putar sekeliling kamar dan darah semakin berceceran. Aku dan happy lantas membawa crusty ke klinik dengan segera. Aku membawa motor, dan happy menggendong crusty, di jalan crusty sempat beberapa kali menangis, aku tak tega, dengan segera aku memacu motor secepatnya.

Sampai di klinik, dokter andre terkejut ternyata yang keluar dari perut crusty adalah isi perut crusty (usus). Kami pun terkejut. Dan dokter andre begitu salut begitu mengetahui bahwa crusty tidak pingsan. Crusty begitu kuat.

Dan crusty harus menjalani pre-operasi.

Akhirnya air mata ku dan happy tumpah.

Aku ingin crusty hidup.

Aku ingin crusty bertahan.

Aku masih ingin bersama crusty….

…………………………………………………………………………………. Terima kasih yang luar biasa untuk dokter Andre dan rekan2nya dari Jogja Pet Care Center yang luar biasa berusaha dengan sepenuh hati menyelamatkan crusty.


……… dan Allah memang begitu baik.

Crusty tetap sehat dan selalu kuat.

Crusty, Boy dan Bro sudah begitu sehat sekarang.

Di hari kedelapan kelahiran crusty, ini adalah pelajaran hidup yang luar biasa. Aku belajar perjuangan hidup dari seekor anjing, crusty. Ketika dahulu ia di sia-siakan pemilik sebelumnya, mengalami kurang gizi, tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup, semangat hidup luar biasa tanpa mengeluh.

Harusnya aku malu pada crusty.

Karena ia adalah Siberian Husky yang luar biasa yang begitu kami sayangi.

Terima kasih Crusty, pada mu aku belajar satu hal lagi…. Betapa kehidupan adalah fase untuk merasakan sakit tanpa keluhan.


…… sedikit kisah lagi, sore ini, 1 Agustus 2012.

Aku belajar cinta dari Crusty dan Max, crusty dan max akhirnya bertemu, tatapan mereka begitu dalam, ada haru dalam tatapan mereka, dan ada cinta luar biasa ketika Max melihat anak-anak pertamanya begitu juga dengan crusty…..

…….. Crusty, Max. Bro dan Boy…

Terima kasih telah mengajarkan aku cinta. ;)

…….. untuk Happy sahabat ku….  Mari kita sama-sama belajar hidup dari kisah crusty…..





…… with love and tears.



crusty masih kontraksi

Crusty saat di steril dan infus untuk pemulihan sebelum operasi


Persiapan operasi crusty

Placenta yang  berisi dua janin.... 

baby Bro dan Boy sesaat setelah dilahirkan

Crusty baby's Empat diantaranya sudah bersama Tuhan :') 

Sesaat setelah siuman pasca operasi 

Sudah di rumah hari pertama  bersama Bro dan Boy 

Betapa crusty begitu kuat dengan usus yang terburai tanpa mengeluh dan tetap tersadar :') kuasa Tuhan

Crusty berjuang tanpa mengeluh

sesaat sebelum operasi kedua

Saat crusty operasi kedua

Aku bersama crusty yang sudah pulih, Bro dan Boy yang semakin besar

Bahagianya bersama crusty, boy dan bro di rumah.. :) 

Pertemuan pertama Max dan Crusty setelah crusty melahirkan, nixi kepo :p 

Kisah cinta yang luar biasa... (tapi kenapa nixi harus kepo -_-) 


Love you so much crusty.... :* 



Oval Roy
02 Agustus 2012
01. 57