Wednesday, November 10, 2010

pada akhirnya ini semua terlalu jauh..



Inikah yang aku inginkan...?? Jauh dari ibu dan kedua kakak ku... Apa kah ini yang aku inginkan?? Tak pernah tau ada dimana ibu ku, atau sedang apa kakak lelaki ku.. 
Apa ini yang buat aku bahagia?? 

Tidakkah aku mengerti kakak perempuan ku bekerja tanpa kenal siang malam untuk tutup beban keluarga ku yang ia pikul sendiri. 

Inikah yang aku harapkan..?? Meminta sebutir beras pada mereka meski aku sudah mampu untuk berladang. 

Tidak punyakah aku rasa malu?? 
Sebenci itukah aku pada mereka?? Yang sebetulnya ingin sekali aku rasakan kehangatan dan senyum mereka. 
Karena aku hanya miliki mereka di bumi ini 

Sekilas ingin aku ingat seperti apa wajah mereka ketika sedang terlelap. Tanpa perlu pikirkan aku yang terus berlari dan tak bisa mereka kejar. 

Apakah aku masih bisa dianggap sebagai anak ketika ibu ku sakit bahkan aku tidak tau. 
aku tak pantas dia sebut anak. 

Buang aku saja karena aku pantas dibuang.

Aku malu ketika teman kakak lelaki bertanya dimana kakak lelaki ku dan aku tak mampi menjawab. 

Aku tak tau apa sekarang kakak lelaki ku sudah dikirim ke pulau seberang untuk mencari logam untuk dia memanjakan ibuku. 

Aku bahkan tak tau kakak perempuan ku kambuh penyakitnya karena terlalu lelah. 

Dan menyedihkan menjadi aku yang tidak tahu. Sedang apa ibu ku sekarang.. Bagaimana penyakit tulangnya?? 
Sudah kah ia membeli susu tulang agar dy bisa terus melangkah menyisiri ibukota untuk memperjuangkan hidupnya? 
Dy tidak pernah membeli susu itu karena aku tau uangnya sudah dialirkan untuk membeli pulsa telefon seluler ku. 
Pernahkah ibu mengeluh seperti apa yang aku lakukan? 
Tidak 


Aku rindu padanya. 
Tapi apakah aku tau bahwa rindunya padaku lebih besar dari rinduku..? 
Bagaimana dia menahan rindu ketika harus meninggalkan aku sendiri karena ia harus bekerja untuk membeli mainan yang temani aku. 

Tidakkah aku sadar betapa teririsnya hati ibuku yang harus menitipkan aku keorang lain karena dia harus pergi dari siang sampai malam tanpa tau bagaimana perkembangan balita ku. 


Ibu ku lebih pilu dari ku. 
Dy lebih merasa rindu padaku yang sampai sekarang tidak pernah satu atap bersamanya. 
Kami tidak sekasur. 
Aku terlalu malu untuk memeluknya. 
Aku terlalu gengsi untuk membasuh kaki nya dan menciumnya...

Itu adalah pilu ibuku. Pilu ku. Pilu kakak kakak ku. 

Tidakkah aku sadar bahwa kami sekeluarga tidak pernah menikmati makan malam bersama sekedar hanya mencicipi sepiring tumis kangkung?? 

Bahkan ketika bulan ramadhan kemarin lupa kah aku untuk mencicipi santap sahur bersama dan menikmatii buka puasa bersama. 

Ini pilu. 

Ketika jauh.. Aku rindu.. 

Maaaf bila rindu ini tidak akan mampu aku katakan pada kalian... 

Tidak kah aku tau bila kami seperti tidak saling mengenal... 

Ya aku tau.. Aku tau bahwa aku telah melangkah terlalu jauh. 
Kita sudah kehilangan darah. 
Kita tidak saling belajar rasa cinta.... 

Seharusnya aku memeluk kakakku yang sedang sakit malam ini. Dan aku memijat kaki ibu ku yang terasa nyeri di malam hari lalu aku buatkan segelas teh hangat untuk kakak lelaki ku. 
Karena aku hanya punya mereka. 
Mereka lah keluarga. 

Yang sampai sekarang masih ku pelajari harus kuletakkan dimana batu pondasi ini agar kita menjadi kokoh. 

Aku telah melangkah terlalu jauh. Meninggalkan kalian... Menyakiti kalian.. 

Dan aku sekarang sendiri disini, ketika yang lain menghujatku tapi aku tau kalian tidak akan pernah melukai aku, paling tidak berusaha untuk tidak melukaiku... 

Dan ayah di surga mungkin sudah memaki dan menendangku bila ia hadir disini.. 
Aku ini apa.. Tinggalkan mereka.... 
Dan terbamg sendiri kehilangan arah di dalam hutan tropis yang membakar membran hatiku... 

Jangan sampai aku sesali... 

Aku tak ingin mereka pergi... 

Aku ingin menjaga mereka, mencintai mereka, mencium tangan mereka sebelum aku berangkat kerja..
Karena aku cinta mereka.. Cinta yang begitu kuat. 

Karena mereka adalah komunitas abadi ku.. Dengan personil hanya empat orang seharusnya kami lebih solid. Tapi tidak dengan aku dan situasiku... 


Bagaimana bila mereka semua pergi... 
Aku akan sendirian.. Menyesallah aku mengais bumi untuk meminta mereka kembali.. 

Aku tak akan miliki siapa pun jika mereka tiada... 
Aku ingin bina ini semua dari awal,, ahh andai kalian bisa bertukar rasa dan pikiran dengan ku.. 
Mungkin semua tidak akan seperti ini... 
Aku akan menjadi anak bungsu yang mengemaskan sepeti dlu dan aku akan memeluk kalian erat setiap malam..

Ahhh aku rindu sekali.. 

Rindu bau rumah ku... 
Aku rindu kursi goyang milik ibuku... 

Aku rindu menobrak abrik lemari kakak ku.. 
Aku rindu untuk membuat kakak lelaki ku marah karena tidak pernah mendengarkannya.. 

Aku rindu bau badan kakak2 ku...

Cara mereka tertawa, mereka marah, memaki...
Aku ingin mengingat raut wajah ibu ku yang sedang terharu dengan cerita2 tentang ayah ku.. 

Aku terus mencoba mengingat wajah ibu ku ketika ia pulang kerja dan membawa kan ku nasi bungkus untuk makan malam ku... 

Aku teriris ketika terlintas wajah ibuku yang menahan emosi mendengarkan ku berteriak memaki... 

Tidakkah ia begitu hebat dan kuat?? 

Tidakkah kakak ku begitu lembut dan penyabar?? 

Tidakkah aku sadari bahwa kakak lelaki ku begitu melindungi... 

Aku ternyata telah meninggalkan itu sangat jauh.... 

siapakah mengerti rinduku...
siapakah yang akan peduli... 



Lalu ditengah kota jakarta ini, aku terdiam tercambuk lelap dan berbisik.. 
Aku hanya ingin pulang. 



November 
2010


Tuesday, November 9, 2010

Aku ingin kamu membuka halaman ini.. 

Bacalah tulisan ku di bawah ini...

Tersenyum lah sedikit.....


Ya itu memang untuk mu...


.oval. 

membaca mu :)



Aku kemarin mencari mu.

Duduk diteras lalu menghabisi secangkir kopi ku..
Tapi hanya sedetik lalu pergi.
Kamu pergi. Sedang aku masih setia mengagahi malam

Membaca mu seperti mendengarmu bercerita
Dan aku suka….
Seperti merasa kau didekat ku sekarang..
Ceritakan lagi bagaimana kamu bermain main dengan situasi...
Tuliskan lagi yang aku tidak pernah tau....
Bisikan aku permainan argumenmu yang membuat ku terhenyak...
Ajari aku merangkai nyanyian itu lalu kau tulis perlahan....
Gaya bahasa yang sama.. seperti bincang... lalu kita tertawa,,,
Ku dengarkan mu di layar monitor ini...

Kamu memang pintar...

Ahhh aku memang suka..


14.48
November 2010

Ruang kantor ku yang kecil setelah membaca tulisan mu lagi dan lagi....  

Friday, November 5, 2010

Merapi letusan terdahsyat

Jakarta - Ledakan Merapi sungguh-sungguh dahsyat pada Kamis hingga Jumat dinihari hingga menewaskan sedikitnya 54 orang. Bahkan letusan ini disebut terdahsyat sejak 1870. 

Berikut ini kronologi musibah yang terus mengancam hingga hari-hari ke depan ini:

Rabu malam 3 November


Badan Geologi tidak bisa lagi bisa menghitung jumlah kegempaan Merapi saking meningkatnya aktivitas. Frekuensi kegempaan, termasuk awan panas, ditulis 'berentetan'.

Kamis 4 November


Kegempaan dan awan panas masih terjadi berentetan.
 
22.30 WIB

Gemuruh kencang terdengar dari Merapi. Gemuruh didengar hingga jarak 40 km dari Gunung Merapi. Warga mulai panik, terutama yang tinggal di pengungsian.

23.00 WIB


Suara gemuruh terus terdengar dari lereng Gunung Merapi di perbatasan Magelang-Yogyakarta. Gemuruh tersebut diduga berasal dari guguran material dan lahar dingin Merapi.

23.40 WIB

Gemuruh dari dari Gunung Merapi terdengar sangat keras. Setelah bunyi itu, Camat Pakem Budiharjo menginstruksikan pengungsi direlokasi. Pengungsi dari tiga kecamatan langsung dipindahkan.

Jumat 5 Oktober
 00.30 WIB

Ratusan pengungsi dari Desa Krinjing yang mengungsi di Kecamatan Dukun, Magelang, yang mengungsi di balai Desa Tlatar, Kecamatan Sawangan, Magelang malam ini dievakuasi menuju balai Desa Deyangan, Kecamatan Mungkit, Magelang yang berjarak 30 km dari puncak merapi.

00.45 WIB


Hujan kerikil mulai dirasakan warga. Setelah gemuruh keras disertai getaran cukup keras dari Gunung Merapi di perbatasan Magelang-Yogyakarta, lereng Merapi dijatuhi hujan kerikil. Ribuan pengungsi berbondong-bondong turun Gunung menuju tempat yang aman.

01.00 WIB


Zona bahaya lereng Gunung Merapi diperluas menjadi 20 Km. Zona bahaya diperluas setelah terjadi gemuruh keras dan hujan kerikil di lereng Merapi. Staff Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana, Andi Arief mendapat laporan dari Kepala Pusat Vulkanolodi dan Mitigasi Bencana Dr Surono soal itu.

01.30 WIB

Hujan kerikil terjadi hingga kawasan UGM yang berjarak sekitar 25 km dari Merapi. Hujan kerikil bahkan dirasakan hingga selatan Yogyakarta yakni Taman Siswa, Sorosutan bahkan hingga Bantul.

02.00 WIB

Puluhan ribu pengungsi letusan Gunung Merapi memadati Stadion Maguwoharjo di Sleman, Yogyakarta. Sementara itu ribuan pengungsi lain tengah berbondong-bondong turun pos pengungsian menuju tempat relokasi pengungsian yang lebih jauh, mendekati pusat kota.

02.30 WIB

Kota Yogyakarta gelap gulita penuh abu vulkanik. Sebagian warga terjaga karena takut terjadi apa-apa. Tebalnya abu membuat proses evakuasi terhambat karena abu menutup kaca-kaca mobil. Jalur evakuasi juga gelap.

03.37 WIB

Korban luka mulai masuk ke RS Sardjito, Yogyakarta. Tak lama kemudian, sejumlah jenazah tiba di rumah sakit.

05.59 WIB

Korban tewas Merapi jadi 40 orang, puluhan lainnya luka-luka bakar sangat gawat. Korban kebanyakan bertempat tinggal di jarak 17 km dari Merapi yang sebelumnya masuk zona aman. Rumah-rumah di Cangkringan terbakar.

07.47 WIB

Bandara Adi Sutjipto ditutup mulai pukul 06.00 WIB - 09.00 WIB. Namun ternyata hingga pukul 11.00 WIB, bandara masih ditutup. Suasana gelap dan hujan abu serta pasir juga terasa di kota-kota selain Sleman seperti Purworejo, Magelang, Kulonprogo, Klaten, Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Ciamis. Kampus dan sekolah di Yogya libur.

08.38 WIB

SBY akan menggelar rapat khusus soal bencana Merapi pukul 13.30 WIB. Rakor bencana digelar di kantor Menko Kesra Agung Laksono.

09.00 WIB


Situasi di Yogyakarta masih kisruh. Abu vulkanik masih berlanjut. Pengungsi berpindah ke tempat yang lebih jauh dari Merapi seperti GOR Maguwaharjo, UGM, dan Pogung. Pengungsian di kampus UII di Jl Kaliurang yang semula dinyatakan aman, dipindah ke GOR Sleman. Asrama mahasiswa UII juga dikosongkan. Pengungsi semakin merangsek ke pusat Yogyakarta, 30 km dari Merapi.

09.06 WIB

RS Soeradji Klaten merawat 20 korban luka bakar akibat letusan Merapi.  

10.00 WIB

Walhi minta SBY menetapkan status bencana nasional untuk Merapi. Korban jiwa hingga saat ini mencapai 54 orang dan 66 orang luka bakar berat. 

11.21 WIB

Bandara Adisutjipto memutuskan menutup bandara hingga jam kantor berakhir pada pukul 21.00 WIB. Kapan bandara dibuka lagi, menunggu perkembangan nanti malam hingga besok pagi. (ken/nrl) 








selamat kan kami ya Allah




gw merinding,,, ya Allah yang di Jogja pulang doong..... dan yang di Jogja di berikan kesabaran, 

Thursday, November 4, 2010

Merapi meletus lagi

Gunung Merapi agaknya sedang memuntahkan semua energi yang ditimbunnya pasca letusan ‘kecil’ pada 2006. Pasalnya, selama dua hari berturut-turut gunung di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini meletus dengan dahsyat, lebih dahsyat dibanding letusan pertama pada 26 Oktober 2010 lalu.

Letusan hebat pertama terjadi Rabu (3/11/2010) dengan durasi lumayan lama, dari pukul 11.11 hingga 18.01 WIB. Selama tenggat waktu ini. Merapi tak hanya mengeluarkan dentuman keras dan gempa, tapi juga memuntahkan abu vulkanik dan luncuran awan panas yang mencapai jarak 9 km dari bibir kawah. Warga di sekitar lereng Merapi pun ketakutan. Bahkan warga yang mengungsi di Desa Kepuharjo dan Glagaharjo meminta direlokasi ke lokasi penampungan lain yang lebih jauh dari merapi.
Seperti diberitakan Detik.com, hebatnya letusan Merapi itu membuat muntahan abu vulkaniknya jatuh hingga di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meski tipis, sehingga apa yang Nampak di permukaan bumi di kawasan itu, menjadi putih. Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun akhirnya memperluas area zona bahaya Merapi dari 9 km menjadi 15 km dari puncak gunung.
Belum reda letusan tersebut, hujan deras membuat gunung Merapi menggelontorkan lahar dingin ke empat sungai yang berhulu di gunung itu, di antaranya kali Gendol, kali Kuning, dan Kali Boyong, sehingga aliran kali itu menjadi deras dan menciptakan pemandangan yang menakutkan.
Kamis (4/11/2010) sekitar pukul 06.00 WIB, Merapi kembali meletus dengan memuntahkan asap putih yang membubung sejauh sekitar 4 km ke langit. Muntahan asap ini disertai semburan api, batu pijar, dan awan panas berwarna hitam yang, karena ketika letusan terjadi hembusan angin di sekitar puncak gunung lemah, awan bersuhu hingga 800 derajat celcius tersebut menyembur ke arah langit hingga sejauh sekitar 6 km. Gempa tektonik pun terjadi sebanyak puluhan kali. 
Saking tingginya asap putih dan awan panas yang dimuntahkan Merapi, muntahan itu terlihat hingga dari kota Solo dalam bentuk seperti cendawan raksasa. Tingginya muntahan asap putih dan awan panas merapi membuat material yang terkandung dalam kedua muntahan tersebut, seperti abu vulkanik, tak hanya jatuh hingga di Kabupaten Ciamis seperti pada letusan Rabu (3/11/2010), tapi juga hingga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Cilacap, Kebumen, serta Purwokerto di Jawa Tengah.
Menurut Detik.com, abu Merapi yang jatuh di kota-kota ini sempat membuat warga kaget. Meskipun hujan abu Merapi di kota-kota ini tidak besar, lebih mirip gerimis.
“Hujan abu Merapi ini terjadi sejak pagi hari,” kata Dadang, warga Tasikmalaya.
Guncangan gempa akibat letusan merapi pada Kamis (4/11/2010) dirasakan oleh warga di kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta yang berada dalam jarak 20 km di sebelah selatan Merapi mulai pukul 06.00. Seramnya, getaran ini kerap disertai suara gemuruh yang mirip suara geledek menjelang hujan. 
Namun demikian, seperti dilaporkan Detik.com, warga Kaliurang tidak panik karena wilayah mereka berada dalam zona aman karena berjarak 19 km dari Merapi. Meskipun, entah mengapa, bersamaan dengan meletusnya Merapi, listrik di wilayah ini mendadak padam.
Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, mengakui, letusan Merapi pada Kamis ini merupakan yang terbesar sejak Merapi meletus pada 26 Oktober 2010. Dia bahkan mengakui, kalau letusan ini membuktikan bahwa Merapi sepertinya memang masih menyimpan kekuatan yang cukup besar. 
Menjelang pukul 09.30 WIB, aktivitas Merapi mereda, namun belum diketahui apakah gunung teraktif di Pulau Jawa tersebut masih akan meletus lagi ataukah tidak.Kita tunggu saja.

























Tuesday, November 2, 2010

sedikit tentang eat, pray, love dan saya!














eat, pray, love

semalam. senin, 1 November 2010 akhirnya gw nonton eat,pray,love meskipun beberapa sumber mengatakan sama gw kalo EPL ini tidak begitu bagus (just info : sumber gw ini adalah seorang pria). dan kemarin pun di waktu yang tidak disengaja gw menyempatkan diri nonton bersama 'someone', i call him @ my blog as.. saat gw menulis ini gw sedang berfikir akan memanggil dia dengan sebutan apa mungkindi akhir kalimat ini gw menemukan nama yang ”pas” untuk dy... sempat terlintas buona, BG, Good, goodboy... dan akhirnya gw cukup memanggil dy dengan sebutan "B"

sore itu B jemput gw. setelah pembicaraan singkat melalui SMS, akhirnya dy tiba di kantor gw tepat waktu. bingung juga kenapa tiba2 dia hubungin gue dan akhirnya jemput gw dan gw bilang sama B untuk anterin gw ke kampus dulu karena ada beberapa urusan di sekre yang harus diselsaikan.

pas dikampus gw memperkenalkan dia keseluruh manusia yang ada di Sekre. B bilang sama gw supaya nanti gw anterin dy ke kantornya sebentar karena ada bebarapa dokumen yang harus diurus.oke habis magrib kita berangkat ke kantornya dia di daerah kelapa gading.
karena males masuk. gw bilang sama dy untuk tunggu diluar aja. dy janji sama gw akan pergi cuma 5 menit. dan gw pikir ga mungkin. ternyata benar. secara sengaja atau tidak dy pergi benar2 saat "fix you by coldplay" playing dan tepat dya dateng itu saat lagunya habis dan itu cuma 4.57 detik. dy tepat waktu. Salutee


karena malam masih panjang. ga tau kenapa akhirnya gw dan B memutuskan untuk nonton. gw juga emang pengen banget nonton EPL ini sih.
pilihan bioskop akhirnya metropole karena 1 alasan, dekat sama kontrakan. 
di beberapa 'titik' metropole ada hal yang mengingatkan gw sama 'hujan', yang akhirnya bikin gw geli banget.. oke jujur, gw merasa kehilangan dy.. yaah gw memang akhirnya merindukan dy,.. merindukan semua ketololan yang sangat seru itu dan akhirnya berubah lah kita menjadi teman baik. <--- (ga yakin). tapi ga bisa bohong dy teman yang paling mengerti tanpa harus gw berbicara.and i miss mrz so fucking much... 


*ini tiketnya.. sedih ga dapet di tengah* 



disini lah sesuatu di mulai... ( nah lo.. jangan ngeres)
satu hal pertama yang buat gw shock dalam scene scene pertama dan merasa kalo mungkin seharusnya gw nonton ini "kemarin" saat gw mati suri kehilangan bumi berpijak gw adalah

Lizz memutuskan meninggalkan kehidupan "sempurnanya" seperti yang diinginkan setiap wanita untuk memiliki suami yang sempurna. dia tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya. suami nya ingin memiliki anak, dan dia tidak. dari hal2 seperti itu hingga akhirnya dy memutuskan untuk divorced. hal yang sulit bagi seorang wanita. Jangankan untuk bercerai kadang berpisah dari pacar adalah hal yang sulit, sangat sangat sulit. tapi gw salut sama lizz disini karena dy berani untuk memutuskan hubungan ketika dy merasa tidak bahagia. yang dia inginkan bukanlah memiliki anak atau menjalani hidup yang biasa biasa saja.
dy berani untuk memutuskan hubungan ketika dy merasa ini adalah saat yang tepat.
dan gw melakukan itu dulu (bersama bumi),.

hubungan 'sempurna' itu akhirnya berakhir ketika gw merasa tidak bahagia lagi.. walaupun harus diakui bahwa gw mengakhirinya dengan cara yang salah. seandainya bulan januari lalu gw sudah lebih pintar, maka gw akan mengakhiri hubungan itu dengan baik2 bukan dengan menyakiti bumi seperti yang akhirnya gw lakukan.

saat itu seharusnya gw dan Bumi duduk dan bicara baik2 bahwa hubungan ini tidak akan berhasil. lelah karena gw merasa sebagai sisi yang selalu 'vocal' dan dy lebih banyak diam. hal yang kita lakukan selalu sama setiap harinya, tidak ada yang berubah, tidak ada yang buat gw merasa hubungan ini harus dipertahankan selain cinta. ini membuat gw tidak nyaman. hingga akhirnya gw memutuskan untuk 'selingkuh' itu bukan karena selingkuhan gw lebih baik dari bumi atau karena gw lebih sayang sama selingkuhan gw. tapi karena gw memang ingin melepaskan hubungan yang sudah berjalan 2 tahun itu.


kalimat yang gw ciptakan sendiri dan sempat jadi prinsip gw 
"dalam hubungan, kesempurnaan itu ga ada yang ada saling melengkapi untuk menciptakan hubungan yang sempurna" 
dan sepertinya itu tidak bekerja di hubungan gw ini, 
Itu menjadi hal yang paling tolol seumur hidup gw.

sampai saat gw benar2 meninggalkan bumi pun rasa cinta gw masih begitu besar untuk dia,. tapi untuk apa bila gw tidak merasa bahagia dengan semuanya. kita sudah tidak bisa saling mengerti. (meskipun saat itu bumi menganggap dan menyakini gw hubungan ini baik2 saja dan masih bisa untuk diperbaiki)
bahkan ketika dy akhirnya menjalin hubungan dengan orang lain dan membuat gw setengah gila gw masih tetep yakin bahwa gw benar2 masih mencintai dy dan TAK INGIN KEMBALI.

waktu berlalu sampai akhirnya gw menjalani hidup yang sepenuhnya mengajarkan gw untuk jadi wanita yang lebih kuat.  ga seperti dulu ketika gw kehilangan diri gw. Seperti masuk ke dalam kotak lain.

Lizz go to itali for eat anything she want. And I go to belitung for leave my ‘fucking’ hurt at the small island.
Its working!
I feel better.

jadi teringat tadi pagi seorang teman di salah satu komunitas BBM gw dan dy curhat tentang hubungannya yang masih dipertahankan meskipun dua2nya sudah merasa lelah. lelah untuk bertengkar.
apa yang di takutkan sahabat wanita saya itu???

dy bilang.... " gw ngerasa ada yang hilang kalo ga ada dy, gw ga akan bisa tanpa dy"

tidak bisa disalahkan ini kalimat yang paling tepat mewakilkan patah hati. hmm...... (dulu kalimat ini juga pernah gw ucapkan.)
kenapa akhirnya sahabat gw ini berbicara seperti itu?
menurut gw karena dy bahkan sudah kehilangan dirinya sendiiri karena menjalin hubungan.
Kenapa begitu sulit menjadi wanita?? Ketika memiliki pasangan tertentu maka dia akan berubah... DAAAASSS! Kehilangan dirinya.
Dan dia akan bingung ketika ”pasangan”nya hilang.... dy bingung untuk menemukan dirinya sendiri.
kalo gw... gw akan tinggalkan hubungan itu, meskipun sakit. tapi gw ga mau kehilangan diri gw sendiri. 

congrats to lizz yang telah berhasil menemukan dirinya sendiri lagi..



Yang kedua ketika dy memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang kedua.
Mengutip kata2nya lizz yang intinya. Ketika dy dan pasangannya (gw lupa namanya) udah merasa bahwa hubungan ini tidak membawa kebahagian, sering bertengkar, lalu masih tetap bertahan karena tidak mau saling berpisah padahal sama2 tidak bahagia. Buat apa itu semua dipertahankan???

Ini yang gw rasain sama ’fat boy’ yang sekarang gw tau masih menyimpan rasa sama gw (bukannya sok kepedean nii) sebetulnya gw bisa aja untuk kembali berteman sama dya. Tapi gw ga ingin menambah sakit nya lagi dan perasaannya yang akan semakin besar sama gw.
Gw ga benci dy. Gw bahkan seneng ketika tau dy akhirnya in relationship meskipun harus berakhir. Tapi gw Cuma mau ngajarin dy supaya jadi cowo itu yang kuat. Dy emang sayang sama gw. Tapi maaf.. gw tidak sayang dy lagi. Jadi belajarlah menerima.

Eat pray love mengajarkan banyak hal.
Gw sedang di dalam proses mencari keseimbangan itu dan bagaimana untuk mencintai diri sendiri. satu hal yang gw sadari. Being single is fun. 


Dan gw belum mau melepas kebebasan ini tapi ketika nanti gw telah menemukan gelas yang pas. Pasti gw jaga dengan baik dengan genggaman tangan gw dan pasangan gw.

Selama didalam bioskop gw memang sangat menyimak dan memperhatikan film ini. Sampai ketika di tengah film yang durasinya memang luar biasa lama ( dua jam setengah) gw nengok ke arah si B yang dari tadi tidak ada suaranya. Ya ternyata dia tertidur pulas. Selamat.. eat pray love memang untuk wanita (wanita patah hati lebih tepatnya).

Lalu sempat berfikir sekilas. Apakah si B ini akan jadi ’filipe’ untuk saya ?? atau dy akan menyerah dan tidur seperti sekarang??
Sepertinya lebih baik untuk membiarkan semua berjalan sebagaimana mestinya..

November 2010 






Kopi

Aku masih duduk sendiri didepan kamar kostan ku, kamar yang ku bagi bersama beberapa teman yang lain. Tidak ada waktu untuk diam disini. Semua saling berbicara lalu menari nari diatas kertas dan tertawa. Ini adalah ruang kotak yang sibuk, bahkan tidak ada waktu untuk burung – burung gereja menjumpai kami. Karena kami memang sibuk.

Tapi malam ini aku duduk disini sendiri dan terdiam. Ketika mereka sedang terbahak aku hanya terdiam. Aku tidak merasakan kalut atau emosi – emosi negatif lainya. Aku hanya ingin diam. Mereka pasti menduga aku sedang diserang patah hati lagi. Hatiku sedang terobek lagi, karena menurut mereka aku ini adalah ratunya patah hati. Si putri tolol yang hanya bisa bercerita hari ini apa lagi yang membuat aku sedih, aku ini si putri patah hati yang menangis ketika tidur dan aku ini putri patah hati yang memenuhi lagu cengeng dalam playlist music playernya.

Dalam diam aku berfikir. Benarkah aku si ratu patah hati?? Mungkin tidak... kenapa aku selalu bercerita apa yang membuat aku sedih pada hari ini karena mereka adalah sahabat ku yang membuat ku senang. Aku mengatakan pada mereka tentang kesedihan ku kerena aku tau mereka lah yang selalu buat aku tertawa dan menertawakan kesedihanku. Tapi tidak bagi mereka. Mereka lelah untuk dengarkan rintihan tolol ini, mungkin kuping mereka sakit untuk mendengarkan sakit hati ku yang dahsyat ini. Maka aku terdiam.
Lebih baik aku diam menahan sendiri semua ini atau berjalan menyusuri jakarta yang hampa sendiri dan dalam diam.
Agar mereka senang, mereka tidak perlu mendengar lagi sakit ku... dan aku senang karenanya.

Apakah aku masih disebut si putri patah hati??


Lalu ku ambil segelas kopi hitam disamping aku duduk. Terasa dingin. Tampaknya aku lebih banyak berdiam dari pada menikmati segelas kopi hitam yang sudah tidak panas.
Ketika aku merebus air aku tau air itu suhunya sangat tinggi.. dan aku tidak menyeburkan tanganku didalam panci kecil dengan isi air 100oC. aku tidak mau, makanya aku diamkan kopi itu sebentar. Tapi ternyata aku terlalu lama berdiam. Sehingga kopi itu sudah menjadi dingin dan mengendap. Rasanya pun tidak seenak ketika masih hangat. Tapi harus tetap aku minum. Karena itu adalah kopiku.

Pertama kali aku melangkah melewati lorong pintu ini pun aku tau, bahwa rumah ini akan menjadi ’hangat’ dengan segala tawa dan pembicaraan bodoh yang sepertinya tidak penting tetapi membuat kami saling berbagi. Tapi ketika terlalu banyak waktu yang dilalui maka semua menjadi dingin, salahku karena terlalu banyak diam? Salah ku ketika aku menggerutu didalam hati karena cucian piring ini sudah dua hari tidak ada yang mencuci lalu aku akhirnya mencuci. Apa aku egois? Apa aku pamrih?? Salahku ketika mereka menuduhku menjadikan tempat ini sebagai persembunyian dari waktu dan hidup yang mengejarku? Salah ku ketika aku menangis dan mereka menertwaiku karena aku adalah si putri patah hati?
Tidak karena aku hanya ingin mereka senang dengan diam.

Sampai kapan aku akan merasa tidak nyaman seperti ini. Harusnya aku bisa lari dan lepas, karena semua ini sudah membuatku tidak nyaman. Tidak ada lagi kehangatan yang tercipta ketika aku pulang kerja dan mereka semua menghibur, tidak ada lagi pelukan2 konyol yang membuat ku geli lalu berlari berteriak kata2 sumpah yang kasar dan terbahak bahak... tidak. Tapi ini adalah kopi ku. Kopi yang aku buat dan aku nikmati.

Tapi kemudian kepala suku datang. Mencicipi kopi ku, menikmatinya, mencium aromanya.
”kopi nya enak.. lo yang buat? ” begitu katanya.

Aku terdiam lagi...
Lalu dia mengambil sebatang rokok disamping kopi ku dan pergi.

Kopinya enak. Aku yang buat. Menurutnya.

Dan aku tersenyum, sependek itukah pikiranku menghakimi mereka? Sedengki itukah aku dalam diam.
Mereka memang tidak mencium ku lalu mengusap air mata ku dengan tangan2 mereka yang kasar. Tapi mereka membuat aku lebih kuat. Ya lebih kuat. Mereka mendukungku dengan kritik dan buat aku sakit agar aku lebih berfikir. Mungkin tanpa mereka aku akan tetap menjadi si putri patah hati yang tolol. Ya tanpa mereka aku akan seperti itu. Tidak mampu bertahan. Mereka bukan orang yang terlena dengan sakit tapi mereka bercinta dengan sakit mereka dan menghasilkan goresan warna. Mereka melakukan itu karena mereka menginginkan ku menantang dunia. Bukan bersembunyi. Mereka tidak ingin aku berada di kotak ini sebagai pelampiasan. Tapi sebagai kotak berkarya. Itulah esensi hidup yang aku baru pelajari. Proses dalam karya. Ketika aku menyerah untuk menghabisi kopi ini maka aku akan menjadi orang bodoh yang menyia – nyiakan bagian kopi yang paling enak.

Mereka mengajari ku hidup santai, ditengah beban yang sebetulnya juga mereka pikul sendiri. Karena akhirnya KAMI berproses dalam diam kami masing2. suatu hari aku pernah memergoki mereka masing2 dalam keadaan terdiam. Berfikir. Lalu.. 1... 2... 3.... klik. Semua seolah baik – baik saja. Seperti di cambuk lalu tertawa.
Mereka ajari aku di cambuk. Agar kulit yang lemah ini bisa kapalan dan tidak merasakan sakit lagi.

Dan inilah aku sekarang seorang putri patah hati yang terdiam sambil menikmati kopi dinginnya malam ini sambil menatap mereka yang tertawa, aku tidak ingin terlena dalam diam. Diam ku untuk berfikir bukan untuk menjatuhkan sahabat – sahabat ku.


Akhirnya aku melangkah menghampiri mereka dan berbagi tawa lagi. Ketika kopi ini kita nikmati bersama. Maka akan terasa nikmat meskipun aku bilang tadi bahwa kopinya tidak enak.
Malam ini aku belajar dari kopi.


november 2010