Monday, February 7, 2011

naif.

Fajar ini..
“ Tanpa burung. berkicau”
“ Tanpa matahari. menyapa”

Hanya dingin.

Kenapa singkat ini rasa begitu sakit.
“aku terjepit”

Aku pernah rasakan sakit.
“tapi bukan seperti ini.”

“terbuang”
“dibuang”
“mengiba”
“tersiksa”
“menyiksa”
Titik.

Maaf untuk semua sakit karenaku
Semua air mata yang mengalir untuk ku. Maaf.

Memang aku saja yg tak lagi pantas.
Dicinta. Mencinta.

-------------------------------------------------------------
Kosong. Dalam fajar itu.
Entah waktunya kapan. 


Oval Roy 

Itu ingin mu.



Aku dan kamu (Kita)  hanya terpisah dalam untaian benang beruraian
Tapi aku tau hatimu lagu yang tak sempat diisi melodi

Aku terjangkar dalam mu
Ingin bebas pun tetap sama terantai.. ; kebas

Senar kaku, lalu putus ; pupus
Tapi dalam telingaku, lagu mu telah mengalun

aku bisa apa?
Cuma lihat mu tertutup bata bata ; terbata

Dihalangi ego dalam dinding gelap kaya cipta
Aku ingin lepas ; kosong

Bila harus lari akan ku lakukan cepat
Tapi seketika pun tidak cukup
Toh tetap begini ; statis


Terbang. “ mungkin kah?”
Bila lari tiada mungkin lagi.
Sialnya elegi mu masih ikuti
Aku harus kemana?

Katakan

Bila ingin mu bata tetap kokoh
Benang beruraian.
Tak suka aku bertahan. Itu ingin mu.


                           “lalu kamu ludahi aku sekejap cepat buang”


     “ Maafkan aku. Aku hanya tak mampu untuk tidak mencintai lagi..”


****************************************

*saat aku tak mampu mengingat waktu..


Oval Roy 

Sunday, February 6, 2011

Beranda dilantai delapan



Lantai delapan. 

Lift terbuka, keluar perlahan, lalu kamu ketuk pintu kamar apartemen ku yang tepat berada didepan lift. aku bsa cium bau mu... meski tak pernah sekalipun kamu ada disini. tapi aku tau itu dirimu. 

jejak mu damai. perlahan, nyaris tak bersuara...

kau ketuk sekali lagi pintu kamar ku, kamu tau aku pura - pura tidak dengar dan mengintip mu dari lubang pintu.

aku ingin sekali berteriak. itu benar kamu. ratusan malam aku menunggu, ribuan cangkir kopi aku habiskan selama menanti dan sekarang kamu benar datang. 

jantung ku berpacu, ku buka pintu perlahan....

sayang,, bau mu semakin terasa lembut di hidungku..
tarik nafas ku panjang, tak ingin habuskan, biarkan paru - paru ku ini penuh dengan aroma mu.... mungkin bisa ku simpan untuk beberapa waktu..

kamu tersenyum... 

kamu manis...

kamu lembut...

baik sekali...


mata mu tulus....


aku terdiam. 

kamu belai rambut ku, cium keningku...

raba bibirku...


iya sayang.. aku disini. menanti kamu... ingin aku teriakkan itu, tapi toh hanya terdiam. kelu 


kamu masuk ke dalam kamar ku....

OH TIDAK.... 

jangan kau porak porandakan kamar ku, aku baru saja membereskannya, bersiap bila kamu datang... 
jangan setoples kopi hitam itu, jangan bakar lagu lagu milik ku, ranjang ku, semuanya... jangan kau buang,,, jangan kau rusak. jangan kau singkirkan....


aku sakit........ 



JANGAAAAAAN........


aku berteriak, menangis, berlari ke lorong depan, lift mati, tak ada siapa pun... sampai aku lihat mereka. tak bergerak, sama bisunya dengan mu sedaritadi tanpa suara, aku memohon pada mereka, aku mengiba padamu... tapi sama saja,,,


aku menangis delapan belas jam... 

dibawah ranjang ku dan selimut motif macan. aku dingin. 

kamu masih menghancurkan seisi kamar ku, sesaat ku perhatikan.... aku suka lihat ini, 

kamar hancur ini, aku suka. sungguh.

aku suka... karena kamu yang lakukan ini. 

aku diamkan saja.... sampai kamu puas, aku pun puas dalam lekat pandangan mu, dekat mu, meski perih tapi aku senang, aku akan menunggu sampai kamu mereda... sampai malam menjadi pagi. 
sampai tangis menjadi senyum yang tanpa perih. 


kamu. dengan laku mu, 

aku dengan hidupku. 

aku senang meski kamu mulai merasa letih.

-----------------------------------------------------


kamu akhirnya reda, duduk bersila dipinggir ranjang. tak ada lagi peluh bukan??
aku ambilkan mu segelas air dingin, gelasnya bekas anggur merah yang ku cicipi saat kamu mulai reda. 
air dinginnya dibuang, basah kelantai, aku terpeleset karenanya.. dan luka lagi. 

hujan didepan berlarian, malam semakin mengejar.. hanya ada dingin, 

kamu pun keberanda... tarik nafas panjang dan dihembuskan.. 
ku ingat.. senyum mu manis saat itu, sama seperti awal aku bukakan pintu kamar ku..

kamu tersenyum lagi,,,, merentangkan tangan,,,, menikmati beranda dilantai delapan

"JANGAN SAYANG... SINI MENDEKAT... aku tak apa kau maki, kau hancurkan, asal kamu disini, disini saja sayang... aku tak apa bila semua orang bilang aku dungu, sesungguhnya aku pun pintar karena mu,, hanya mereka yang tak tau... disini saja Malam ku sayang.... bersama ku, hancurkan lagi ruangan ini, mungkin suatu saat nanti kita bisa rapikan ini bersama.... disini saja sayang.... jangan biarkan nafasku jadi berdebu, perih ku jadi bercandu... aku hanya ingin kamu...... jangan sayang.. aku masih disini menanti pasir jadi kopi, asap jadi kabut.... jangan sayang..." 


akhirnya bayangan mu pun loncat. bunuh diri. mati. tinggalkan aku. 

sendiri. 


*****************************************************


23.48 
06 February 2011.

Oval Roy 

Lollipop kecil...




Untuk Lollipop yang belum sempat terjilat.

Sabarlah sayang, untuk sementara ini nyamanlah didalam dompet unguku, sampai akhirnya manismu akan terenggut dengan cinta. Lollipop lima ribuan ku yang manis, warna mu tetap saja indah kok. Tidak perlu takut merah itu akan jadi hitam, hijau itu tak akan jadi lumut, putih mu tidak akan meluntur dan biru mu akan tetap cemerlang. Kamu akan tetap aman, sampai tiba kamu bertemu pemilikmu.

Pasti kamu lelah menanti ya?

Tetap ingat lollipop, kesabaran yang tulus pastinya akan manis, kita cukup berdiam saja sampai waktu datang lagi. Dia hanya masih belum berani sentuh mu, bahkan dia belum bisa sadari hadirmu, jadi tunggu saja masanya. Aku masih setia kok menemani mu.

Lollipop kecilku, maaf bila kamu merasa akan ku buang dan mendiamkan mu disana begitu lama. Tidak, tidak begitu, kamu akan tetap aman disana sampai akhirnya kamu bertemu dia, dia pasti akan suka. Karena aku masih menjagamu, dari orang lain yang sudah begitu saja terbius dengan manis dan warna dirimu. Tidak akan kubiarkan, sampai dia datang lagi.

Jangan muram ya lollipop, aku saja berusaha tetap tersenyum dan tertawa, karena bila hati kita tetap tersenyum pasti wajah kita pun akan berseri, dan itu cantik.

Lollipop ku yang cantik. Baik baiklah dalam dekapan ku, dijaga hatiku, sampai saatnya kamu akan terkulum dengan cinta.


Terima kasih lollipop ku yang bersabar...



Lollipop kecil didalam dompet ungu.
03 Februari 2011
22.29
Ruang 302.





Borneo disarung cokelat


Borneo disarung cokelat.
Sebuah ungkapan lagi untuk dirimu, maaf jangan sampai bosan. Saat akhirnya aku tahu bahwa kamu bersedia menungguku dan menjemputku rasanya detik itu juga ingin aku bawa terbang begitu saja Garuda agar cepat tiba di kota kita, bukan merindu dengan sesak dan binarnya ibukota, aku hanya ingin tiba menjumpaimu dan tak ingin kamu menungguku lebih lama. Sayangnya pesawat take off masih satu jam lagi.

Bandara Sepinggan gelisah, bergegas usir aku dari Balikpapan, bukan karena kehadiran ku tapi karena resah ku akan kamu. Rindu.

Saat aku duduk memandangi sebuah pesan pendek dari pria diseberang lautan sana (kamu) aku teringat hadiah kecil yang belum ku miliki untuk mu. Aku harus temukan itu dalam waktu setengah jam. Aku mencari disetiap pojok Sepinggan. Apa yang akan aku berikan untuk malam ku disana. aku kunjungi setiap toko souvenir yang ada, aku terpesona dengan sarung cokelat yang kini dalam genggaman mu. dekapan mu.

Kenapa harus sarung?  Karena aku ingin kamu berdoa untuk doamu, untuk hidup mu, kebahagianmu
Agar dalam doamu aku turut serta ada disana, bukan didalam untaian doa itu, cukup aku ada ketika kamu berbincang dengan tuhan mu.. berdoa lah untuk mu sayang.

Cokelat. Karena cokelat seperti warna Cappucinno yang pernah kita nikmati bersama. Cokelat seperti tanah, tempat aku melangkah, menempel disisi sepatuku, telapak kaki ku. Dan kamu telah melekat erat disetiap jejak yang aku lalui. Bahkan sampai ke borneo.

Akhirnya aku dan garuda lepas landas, dikecepatan beribu knot aku merasa itu masih terlalu lambat, malam itu kalau saja aku bisa kemudikan pesawat, aku akan gantikan pilotnya agar Garuda terbang lebih cepat. Karena aku tau kamu sedang menungguku.
Bila aku mampu berlari secepat kilat, sampai di Soekarno hatta aku akan berlari sampai jln. Proklamasi dengan kakiku, agar semenit dapat kuselamatkan dan kulalui bersama mu.
Tapi aku harus menunggu. Menunggu garuda terbang dengan stabil, menunggu Damri dikemudikan terjaga. Menunggu hatiku tidak resah.

Malam sayang, terima kasih tunggu aku begitu lama untuk bertemu ku, dengan perjuangan yang tak perlu aku tau (tapi aku tau). Aku tersanjung dengannya, aku percaya adanya cinta saat itu. Meski itu malam ku yang terakhir. Tapi sungguh masih ingat jelas binar matamu yang kelelahan, ingin rasanya kuteduhkan itu. Agar tak ada lagi lelah hinggap dalam bola mata indahmu.

Borneo disarung cokelat. Bila aku tau itu malam terakhir yang indah maka aku akan tiba di Jakarta lebih cepat dari kemarin, agar waktu bincang kita lebih lama lagi walau hanya lebih lama sepersekian detik. aku ingin waktu iri pada kita, aku ingin azan subuh terpesona lihat kita. Karena memang hanya malam itu. Selama ada malam, disitu ada cinta untukmu..

Terima kasih. Di sarung cokelat aku titipkan doa mu



22.11
02 Februari 2011
“mengingat borneo” 


Oval Roy 

Mengingat Borneo



Samarinda, 17 November 2010.
Angin borneo seperti nafasmu.. pintu kamar hotel ku pun seolah diketuk lembut, menandakan kehadiranmu. Ups, ini bukan nyata, hanya bayangku yang seolah hadirkanmu. Borneo, aku disini, kamu pun jauh disana, ditengah kota yang keadilan pun dipangkas untuk tidak adil. Kamu bertahan dikotamu, kota kita.


Sementara saja aku pijak borneo.
Semua untuk hidupku yang harus kuburu nafasnya.

Aku kecilkan lagi pendingin udara didalam kamar hotel bintang empat ini. Dingin disini. Malam diborneo sungguh terasa dingin, apa karena tidak ada hadirmu disini?
Atau malam yang semakin memaksa angin berhembus kencang..
Malam itu diborneo, saat air dalam sungai Mahakam terus saja alirkan memori tentang dirimu.. aku ditepinya berbisik.. andai air mampu alirkan dan bawa aku ketempat mu. Aku ingin.
Ingin sekali.

“mengingat borneo”
1 Februari 2011 


Oval Roy 

Dua Sepuluh

Dariku untuk serangkai perputaran waktu  
Ku sambut lingkaran mu dengan cinta
Antara hari aku telah menangis
Saat pagi mu tiba aku tersenyum

Dua Sepuluh
Dalam malam mu, aku dingin
Seketika mentari mu datang aku kembali ; hangat

Dalam waktu mu
Aku belajar kesetian dan ketulusan ; mencintai
Berdiri dan melangkah ; beranjak

Terima kasih 2010
Bumi akan kembali berotasi
Dan aku setia ikuti poros bumi Mu
Dari titik yang sama dengan jejak baru

31 desember 2010
Harmoni
17.59

Wednesday, January 19, 2011

Tuesday, January 18, 2011

Setelah 04.00 - 13 Januari 2011

Maaf karena lelap yg terampas 
Ku berlutut pda mu untuk nyaman yg hempas.. 
Maaf basahi mu dgn tetesan air mata 
Maaf untuk ketololan yg begitu lekat 

Terima kasih untuk diam ini kunikmati 
Terima kasih untuk ego yg tak bisa kau kendalikan

Terima kasih habiskan sisa menit dlm malam 
Terima kasih telah sambut subuh bersama ku 
Biarpun aku seperti debu yg telah siap tersapu 
Ku hnya ingin terdiam seperti kemarin 

Terima kasih untuk 13 Januari 2011 lalu. 
Kau bangun kan aku dari lelap yg tak mampu ku masuki mimpinya... 

Maaf karena tak sanggup membencimu.. 
Maaf karena semua masih terasa sama... 
Meski kini kamu bkn lgi poros dn ak hrus terbang melangkah. 

15 Januari 2011 
11:16 
Saharjo. 
Lagi lagi menit itu msh dpt kuingat dlm kesadaran yg sdikit
Aku hanya ingin semua baik2 sja. Seprti dimulai dgn baik, dn ending yg baik. Tapi itu sblm ak habiskan menit itu.. 
----------------------------------------
Bila mencintai mu adalah salah, maka aku tak ingin semua jadi benar.

Doa untuk mas diba..

Selamat ulang tahun kakak lelaki ku.. 
Anak lelaki satu2nya dari mama dan papa... 
Anak lelaki papa yg اَللّهَ berikan u/ mama, mba bunga, dan aku sebagai penjaga kami, pelindung kami dan tempat bersandar kami... 
Semoga اَللّهَ memberimu nilai yang terbaik atas semua ujian yang sudah kita lalui.. Dihidup mu, hidup ku, dan hidup keluarga kecil kita.. 
Semoga اَللّهَ memberimu cinta seperti yang telah papa berikan untuk kita dari surga sebagai bekal lalui perjalanan yg terkadang kita pun merasa lelah dengan debu dan tetesan keringat itu. 
Semoga اَللّهَ memberikan mu kedewasaan dn keteguhan hati untuk selalu mencintai dirimu, diriku, mama, mba bunga dan seluruh keluarga besar kita.... 
Semoga اَللّهَ menjadikan mu lelaki yang tidak ragu untuk meneteskan air mata saat bersujud di hadapNya
Semoga اَللّهَ memberikan mu kebijaksanaan hati untuk menjadikan mu kakak yang hebat, suami yang baik, ayah yang bijaksana untuk istri dan anak mu kelak.... 

Pintaku. Jadilah Engkau Adiba Pangestu Putra anak dri papa kita yg akan menjadi wali penganti papa di akad nikah ku nanti... 

Semoga air mata dan cinta ini tidak terhapus karena ego dn perpisahan ruang... 
Selamat ulang tahun mas... 


Untuk sang kakak tercinta. 
Adiba Pangestu Putra
06 Januari 2011
02.15 
Saharjo.. 
OvalRoy