Friday, January 29, 2016

Untuk penghuni kostan orange..

dear si monyet,

soal tulis menulis aku tak lebih apik dari apa yang kau lakukan, aku ini cuma komentator sok hebat, mengkritik setiap tulisan yang ku baca tapi padahal aku tahu, aku tak seciamik kau yang menari-nari di tulisan mu.
seperti tentang Lynda yang kita ributkan kemarin, padahal sudah kau susun rapi tahunan, lalu aku pun datang sebagai pengkritik, dan ku bilang "harusnya ga gitu..., harusnya ga gini.. harusnya begini..."
ah aku macam pembual.
tapi rupanya kau masih terus memanggil ku, meminta untuk ku kritik lagi tulisan mu, entah kau dengarkan atau tidak, kau terima atau tidak. tapi lagi lagi, kau memanggilku,
i know dude, we still need someone to tell what we do, even it false or right, eksistensi. kalo ternyata kita ada.

rupanya kita sama - sama paham, bahwa aku dan kamu masih suka saling mengkoreksi, dan akan selalu butuh itu.

i miss you deeply, nyet.
sorry, i'm not always beside you..

but, koreksi aku terus nyet! biar aku tahu kalo aku (kita) tidak sendirian.
minimal ada sahabat dekat nun jauh disana yang masih butuh untuk dikritik, jujur, dalam dan berani.
agar kita ga ngerasa kosong, lagi.

dear monyet..
bicara soal 'kekosongan' yang kamu terjemahkan didalam tulisan mu... harusnya hati dan hidup kita ga kosong nyet, karena sesungguhnya hati bukan punya kita, tapi hati yang membawa kita jadi jiwa yang besar, kenapa gitu..? karena hati itu punya Tuhan , Cuma Tuhan yang bisa mengendalikan hati, memputar balikan hati, kalau ada Tuhan didalam hati, penuh maka kekosongan pun tak ada cela. aku harusnya paham, ga lari-larian lagi.


so, koreksi aku lagi nyet, biar aku tahu kalau kamu tetap ada, aku pun begitu..


see you soon ...

purwakarta, 29 Januari 2016

Thursday, November 26, 2015

The Woman's Book - Tarot Writing #1



The woman. she's know what she’s believed.
She's already know her name and what her purpose to do..
She understand what she really wanted it and also what she needs ...

Staring at the sky, she saw her self,  she was the center of her universe, Her life; the water flowing in her soul, the soil attached to the pores of the skin, burning fire heartbeat and breathing air to infiltrate every blow. 
Mind - Body - Soul; Heart and Love.

Bring her to step on a new path. So what are questionable from the void, softness and her self was enough to accompany her reflect on what happened on the last path, yesterday. ..  Learn from mistake. do the best.
And she knows the peace in her own heart.

This is a playground, no need to rush. Build fantasies about butterflies in the stomach, because it is not a matter of what or who to inviting people to joy discussion but how she is ready to customize her step ... slowly.
She dared to stand against all fears, because of her love; not about who was beside her, but how she can controls herself. Now, feels like more beautiful smile Just because she knows that she is can.

Love your self first, and the universe will loves you more ...



The Rider Waite Tarot Deck.
East Jakarta - 26 November 2015




Thursday, November 19, 2015

Surat yang belum sampai..

Dear kamu, 


Long time no see,  long time a go...
Apa kabar kamu...? 
it’s so classic to i said like this.
I’m so sorry...
For everything that i’ve done.

Semoga 7 tahun bukan waktu yang terlalu lama untuk aku minta maaf sebesar-besarnya sama kamu.  Semoga permintaan maaf aku bukan membuka lagi luka yang disimpan rapat-rapat, atau mengoyak lagi luka yang selama ini diusahakan untuk sembuh.

Since that day, i’ve changed, and i hope also to you..

Selalu ada ruang kosong di hati saya, sesuatu yang saya simpan dan ikut kemana pun saya pergi, kamu. Dan itu adalah... saya tahu, saya telah menyakiti mu begitu dalam.
Dan... selama ini saya berusaha juga untuk menyelesaikan semua yang ada di kepala saya, di hati saya.

... kalau kamu tahu, dunia saya berubah, semenjak cerita kita selesai, bertahun-tahun saya membawa sumpah serapah mu, membawa hal yang kau bilang akan menjadi nyata untuk saya... kau bilang.... hidup saya akan berantakan.

Honestly, i got mess life living...

Dan saya terima semuanya.
Dan sekarang saya memiliki hidup terindah yang sudah seharusnya memang menjadi jalan saya, terima kasih, kamu membukakan saya jalan...  semua sudah lebih baik sekarang, saya harap kamu juga begitu.

Jika terlalu berat untuk mu dan keluarga memaafkan saya, saya dan keluarga setulusnya meminta maaf untuk mu..  semoga tak ada lagi dendam dan maki didalam hati kecil kita masing-masing.

Konyol rasanya, tapi saya harus bilang sama kamu...
Maaf untuk kekanak-kanakan saya dulu.
Sekarang mungkin kita sudah cukup dewasa untuk saling memaafkan...

Story ended  for begining another story...


Semoga bahagia selalu didalam hati mu...   



Rasa Doa Asa Sentuhmu : Aku, Kita



Sedang apa kau disana…?
Telah sampaikah apa yang sudah aku kirim padamu..? dan kau menjawab.. apa yang telah kau kirim..

“Do’a dan kecup jauh…”
coba pejamkan mata mu sebentar, dengarkan aku berbisik dibalik huruf yang berjejer itu. 
Aku pun memejamkan mata ku, disini dimana ada hangat yang kau kecup, karena paling dekat dengan tanah, paling dekat dengan do’a. Kening. Seperti yang pernah kau katakan, untuk ku yang akan kau tinggal sendiri dan aku ingin tak lagi takut.



Dan aku menunggu.
Aku menunggu mu, disini…

Dan kau bilang, tak perlu lah menunggu mu, dan aku dalam persepsi ku, sayang, setidaknya aku telah mengusahakan.

Dan rindu itu tidak pernah bohong, apa kau tak lelah bicara dan bertanya tentang tulus..? bukankah ketulusan adalah hal yang tak perlu ditanya dan tak bisa dijawab.

Ada tiga kesatuan dalam diri manusia; Otak, Hati dan Tubuh. aku takut jika aku harus tahu bahwa mungkin aku tidak ada didalam bagian manapun, dan kau memastikan lagi untuk menyertakan Kehidupan didalam hal keempat, dan kata mu aku sudah ada disana, dalam hidup mu.

Dan kita berlari-lari kecil ditepian pantai, menyisir pasir dikala ombak datang, pantai yang selalu ingin kita berdua datangi…
“aku bingung…”
“aku juga bingung..”
“aku harus bagaimana..?”
“aku pun harus bagaimana.. hhmm.. bagaimana jika kita berpegangan..”
“apa yang harus ku pegang…”
“tangan ku, genggaman ku..”
“jadi kita bergandengan, jangan kau lepas…”
“bagaimana jika suatu hari nanti aku lepaskan.. apa yang akan terjadi dengan tangan mu…?
“tangan ku tetap disini menunggu lagi kau genggam…”

Tapi aku tak ingin seperti pasir yang kau genggam terlalu erat, Sayang…
Aku tak ingin hanya menjadi butir…  seperti yang kau katakan tentang pasir.. tidak perlu ada yang meluap-tidak ada yang perlu tergesa..
Karena masing-masing kita telah disini…

Dan mimpi menjembatani ku tentang mencintai mu…
Jika aku tak bermimpi maka tentu aku tak akan bangun bersama mu, atas hidup ku hari ini.
Jika kelak kau tidak lagi sehangat dan selembut ini lagi, sekiranya kita pernah saling tenggelam didalam pelukan hangat.  

Dan semoga kita akan tetap saling menjaga, dalam ucap mu memintaku jaga diri.. dan bait do’a ku agar kau menjaga hati mu..

Karena, semoga, kelak akan datang untuk kita; Takdir. 



Merayakan sentuhan mu .... 

Monday, October 19, 2015

all fear of an end..

SORE tadi.
Swimming in my coffee cup. Think about something what i waiting for, Life is a rollercoaster.. make you up and give you down. You scream and you laugh, you cry and cry. Like a closer and look seems far away, but when you want to make it more, game is over and you’ll need to restart the games, it’s like my feeling for you, when i fall in you.

MALAM ini. Menuju setiap esok harinya. 

18 Oktober 2015, bukan hari ini semestinya aku tahu, sudah beberapa hari yang lalu. Aku memang tidak pernah benar-benar tahu, aku sok tahu saja.

Malam ini aku tidak bisa tidur, tidak bisa, semacam ada blackhole didalam hati dan didalam kepala, bukan mengangguku, hanya saja, aku terlalu gelisah.
Untuk sesuatu yang tidak benar-benar aku tahu, aku inginkan.
Bukannya aku sudah tahu arti kata SELESAI, setahun yang lalu (sudah setahunkah..?) atau bertahun-tahun yang lalu. It’s still hurting me.
Tarik nafas panjang. Sebelum lanjut menulis lagi,
Classic, menuliskan mu, mendoakan mu, untuk sesuatu yang lain, yang berbeda.

Kau telah berhasil merajut mimpi mu, memulai sebuah langkah baru, di atas langit kau telah menitipkan cinta, didalam hati kau telah membuat lubang besar. Tak ada yang salah, aku telah menutup 2009 dengan indah. Kau.

Times change people change, broken heart make people change, aku sudah menutup mu lagi berkali kali. Dan ini akan menjadi malam yang indah, untuk kita didalam hati masing-masing. Jika kau sempat baca ini disuatu waktu, maka ketahuilah, you’re my blackhole,  lubang besar yang menganga didalam hati, kau berhasil membuat ku merasa seperti debu didalam semesta, membuat ku belajar merendah diri, mengakui kuasa lebih besar dari sekedar galaxy... cinta. Cinta pada-Nya.

Kita tidak akan pernah bertemu lagi di terminal yang sama, tapi setidaknya kamu pernah menemani setiap jalanku, sampai pada ujungnya nanti kau tetap disana, hingga jalan ku usai..

Selamat mengikat cinta diatas Langit. Semoga Tuhan menjaga bahagia mu, mengamini setiap mimpi mu, dan menemani disetiap langkah mu.. J
Ku mohon, itu do’a ku yang terakhir..

01.24
19 Oktober 2015
Rawamangun

Thursday, September 3, 2015

Not in the that way.

Jika kau adalah do'a yang digantikan dan kau adalah do'a yang tak terjawab.
Maka, aku tetap merahasiakan do'a ku, menyebut nama mu, kepada-Nya.
Menyebut nama Tuhan yang mengajari ku mencintaimu.
Jika kau adalah do'a ku yang tidak dikabulkan,
maka pasti ada yang terkabul tanpa ku minta.
Tuhan selalu yang paling baik.
Kita berdua paham itu.


Surakarta, 03 september 2015

Kozmic Blues

Semua cepat berlalu begitu saja, rasanya belum seperempat abad, tapi rupanya aku lupa.

Ahh, ini baru seperempat, tapi rasanya baru kemarin, baru kemarin aku menangis saat bangun tidur karena tiba-tiba tak ada mama ku, ku pikir mama ku hilang,, padahal cuma di depan rumah, siram tanaman.

Rasanya baru kemarin, aku bisa naik sepeda roda dua punya mama, lalu jatuh tapi tetap lanjut main sepeda tak peduli apa akan jatuh lagi.

Rasanya baru kemarin aku lulus SMA, kumpul bersama teman - teman cewek segenk. Belajar nakal.


Tapi, waktu berlalu, orang - orang berubah, memori tetap sama dan aku beradaptasi.

Buka mata hari itu, 29 Agustus, ketika apa yang diharapkan tidak datang untuk hari ku, mungkin ada saatnya nanti di hari yang lain saat aku membuka mata pasti ada senyuman untuk doa yang tidak di kabulkan Tuhan, dijawab dengan yang lain yang lebih indah.
Jangan takut, sungguh kecil kuasa manusia, sungguh besar untuk Tuhan membuat semua hal menjadi mungkin, tanpa kemungkinan.

Some people are like trees, they take forever to grow up.
Berbaik sangka, rupanya itu tugas manusia yang baru saja aku pelajari untuk 25 Tahun yang sudah dijalani dan 25 Tahun didepan.



"God will be with me all the time..."

29 Agustus – Cibubur ; Testcam Night Bus





03 September 2015
surakarta menuju jogja.
Mengingat kelahiran.




Monday, August 3, 2015

Berhenti saja.

Aku seperti anak kecil yang lagi mencoba memeluk gajah, seerat apapun aku berusaha, gajahnya masih terlalu besar untuk aku rangkul.
Buat berkata jujur rasanya sulit sekali, ga hanya ketika aku bilang semuanya. Bahkan untuk jujur sama diri ku sendiri pun sulit. But, i choose to talk..

Untuk menghancurkan semuanya...
Ya..!

Karena, aku tahu, segimana kerasnya aku coba pun akhirnya aku tetap ga bisa memeluk gajah itu sepenuhnya.

Semua jadi lebih ringan, buat ku. Sekarang.
Seperti yang ku bilang "no hard feeling"
Dari pada semua tertahan dan akhirnya menumpuk kaya yang dulu-dulu, lebih baik aku stop semua. I cut it off..


Ahh aku sudah bunuh diri namanya. It's okay,, i'm fine. Karena jatuh cinta memang tak pernah mudah.
I stop my self dreaming.


....selesai.

3 Agustus  2015
Packing menuju  pulang.

Kau yang keren, tapi tidak cukup sangat keren.

Jadi..

Ku pikir, kau itu singa yang sukanya lompat sana sini, singa yang sok galak...
Ternyata benar, kau hanya sok galak.

Tapi. Aku berhasil melihat mu rapuh, dan aku suka.
Artinya bukannya aku lebih rapuh dari mu, iya.
Dan aku tetap suka.

Ahh, sudah kita simpulkan,
perempuan itu perasa dan laki-laki itu egois.
Dan jangan salahkan aku jika rasa ini penuh
sementara kau tak ingin peduli.

Falling in love with you was the worst kind of self destruction.. 

Terima kasih kau telah membebaskan aku dari setumpuk rasa yang menyiksa,
yang sudah mengendap bertahun pun larut, yang salah pun berlalu.

Kesukaan ku sekarang adalah menahan diam-diam.
Rahasia. Mendoakan mu.

 (Di sebuah tempat) ...

 3 Agustus 2015

Thursday, June 18, 2015

Ku sempatkan waktu..


Di taman. lampu bulat depan kita mati, padahal yang lain masih menyala. 
sebatang rokok, asap mengepul di ujung bibir mu. 
kau bilang. "aku tak punya waktu" 
menghisap lagi rokok dalam-dalam. 
"kau bohong.." 
"benar.... aku sudah tidak punya waktu lagi.." 
"sebentar pun..?"
"kalau pun ada, aku tidak ingin memberikan waktu ku untuk mu.." 
aku diam. 
jantung ku seperti ditusuk belati. tapi mengapa aku tidak mati saja. 
"kenapa..?"
"sudah cukup kemarin aku hampir gila.."
"lalu sekarang, kau sudah sembuh..?" 
"iya.."
"kau hebat.."
kau diam. 
"bagaimana caranya..?" ku bilang 
"aku tak ingin jadi gila, aku tak ingin rusak.." 
"aku ingin seperti mu..." 
"kau pasti bisa..." 
lalu kau pergi. 
pergi. 
aku masih duduk sendirian di taman ini. lampunya masih mati, tak ada lagi asap rokok. 
aku seolah masih merasakan kau duduk disini, seolah jemari mu masih mengenggam jemari ku, kala lalu. 
ah aku bernostalgia. 
ini sudah usang, memang benar kau sudah tidak punya waktu, dan kita pun tak lagi punya waktu. 
kita tidak pernah membawa waktu lebih untuk kita simpan, semua yang berjalan begitu saja berlalu. 
seharusnya mungkin, aku mendoakan mu saja agar terus gila, dan kita berdua bahagia dalam gila, tapi bukankah aku artinya telah egois pada diri ku sendiri, padamu..? 
ah aku bernostalgia. 
asap masih mengebul, bukan dari ujung bibir mu, tapi dari ujung bibir ku. orang-orang berlalu lalang, memandangi ku, spertinya sedari tadi aku sudah menjadi pusat perhatian, apa benar kau pernah ada duduk disini..? 
setidaknya aku berandai jikalau kau jujur, kau telah berhasil sembuh dari kegilaan, tinggal aku sendirian, kau berhasil lenyap dan melarikan diri, setidaknya kau berhasil pergi, begitu saja. maka aku harus belajar, dua pilihannya.. belajar membiarkan mu pergi atau menyadari bahwa kau memang tidak pernah duduk disini. 
seumpama akhirnya aku berkaca, bahwa sedari tadi aku duduk sendirian. maka harusnya aku lekas sembuh sebagaimana kau. 
semoga esok, dunia tak mengenal kegilaan ini. 





"Tapi semoga besok, semua hilang." - Pesan Singkat
Adityawarman, 17 Juni 2015