Sunday, March 22, 2015

Kamu adalah lelaki yang baik.




Sebuah Sunrise.

Di sebuah kota, kala kita larut.  Berjalan setapak, bersama, tanpa terasa seluruh cerita memaksa untuk jadi kenangan.

Di antara pasir, ombak yang berganti, sorot lampu jauh motor dan mobil, udara menyengat, bau kopi, asap rokok, hutan pinus, padang rumput, danau yang tenang, kerlip binar liar kota, rintik hujan, tatapan mu... cinta buta.

Mata ku jatuh didalam pandang mu. Menatap mu dari kejauhan.

Tuhan mungkin ingin bilang padaku : Ini yang disebut bahagia. Tapi menjauhlah, karena ini bukan bahagiamu.
Maka, demi seluruh Malaikat, aku ingin melepaskan hati, hati yang begitu kuat menggenggam erat, bahagia yang begitu hangat.

Sunrise itu. masih terbit, kita sama-sama gelap, lalu menjadi makin hangat dan terik menghantarkan mata kita tersadar.

Kau, adalah yang terbaik. Seperti dalam mencintai, mengikhlaskan adalah yang paling baik, ketika kau tahu; yang kau genggam adalah bukan hak mu, maka menjauhlah.



Yogyakarta, 22 Maret 2015

Selamat tidur, kau... 

No comments:

Post a Comment