Wednesday, February 24, 2016

Post : Titik.

padahal sudah ku katakan; bahwa saja yang ku kerjakan ini bukan untuk diriku sendiri
padahal sudah ku katakan; jika ini semua terlalu menyakitkan maka ku pergi

kau bisa menghitung sendiri, apa yang sudah ku keluarkan dari setiap tetes keringat ku, juga air mata lelah ku
mereka semua boleh bilang aku cengeng, aku memang tak sekuat itu lagi, aku sama saja seperti yang lain.
yang lain..? iya yang lain, manusia yang lain, alasan ku untuk tetap bertahan.

ini bukan perkara berapa kantung emas yang aku dapatkan, tapi ku pikir ini tentang pengorbanan, bagaimana bisa, sesuatu yang kau anggap begitu menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang mengecawakan

kau, yang katanya teman ku, yang kau bilang  aku paling mengerti kau, tapi akhirnya aku tahu, bahwa kita tak pernah saling mengenal. kau tak mengenal ku.

maka mungkin, aku dan seluruh dunia ku tak akan sama lagi, aku akan sulit percaya kau lagi.

karena ku rasa; apa yang ku rasa dan yang kau katakan tak sama dengan yang aku lihat dan aku dengar, sekalipun tidak langsung dari mulut mu, tapi semburat senja memberi tahu ku, bahwa matahari terbenam bisa saja tak seindah yang pernah ku ingat



Bandung, 13 Februari 2016 

No comments:

Post a Comment