Saturday, October 14, 2017

JAM TIGA adalah kesukaan ku

Apa kamu bisa menulis lagi ?
Kata dan huruf yang selalu kita ulang, yang tak pernah terlambat datang tapi selalu luput pergi
Aku masih ingin menemui mu di sungai yang bercabang, aku akan ditengah arusnya, menemui mu saja
Sampai malam tidak lagi mengenal insomnia, lalu kita semua amnesia

Tentang kalimat yang selalu diulang-ulang dan lagu yang tak bosan diputar
Aku, adalah ketidakberdayaan. Dan kau adalah segala-galanya ada.
Menjadi sakit, lalu kehilangan mimpi dan aku kehilangan buku-buku jari yang tak lagi mampu menuliskan nama mu. Times change people change, we’ve changed.

Kau dan segala perubahan yang mutlak. 
Aku kalah telak, bukan kah cinta tak ada menang dan kalah, tapi aku telah di talak

Aku rindu.
Dan itu sulit.

Taukah kau?
Aku ingin kembali pada masa kita masih bukan siapa,
Siapa kamu?
Siapa aku?
kita adalah siapa – siapa dari ketidaktahuan

ah, ini hanya tulisan sampah, aku tak lagi bisa menulis
aku telah berubah jadi bodoh

tapi bisakah kau kembali?
Karena intinya semua ini hanyalah itu.

Jam Tiga adalah kesukaanku, dimana rindu melumatku habis, dimana rindu selalu menguatkan ku.. 
ah segala ketololan ini, bagaimana caranya memisahkan rindu dan memisahkan mu.
Aku cuma menulis saja, menuliskan mu, entah siapa, kau adalah kejanggalan

Bagaimana bisa satu hati bisa mencintaimu begitu besar, dan aku takut kau akan lama kau lupakan.
Aku takut kau akan tak bisa kulupakan
Aku takut pada ketakutan ku

AKU JATUH CINTA, TAPI BESOK TIDAK LAGI – aku bohong.

Aku membual, aku masih jatuh cinta padamu. - dan ini kalimat murahan.