Sunday, April 9, 2017

Di Matamu



I

Suatu yang indah  dari surga
Tampak  menghampiriku

kesulitan
kebahagian
ketakutan

Semuanya terlihat jelas dibalik retina

Ungkapkanlah semuanya ;
Bahu ini siap untuk menjadi sandaranmu

Semoga kelak kau bisa mengerti
Pesan yang kusampaikan  melalui matamu




II

Februari kemarin
Aku menyimpan senyum yang tabah
Doa yang dilumat habis di bibir tipis

Bungkam tak ingin ada yang tahu tentang rahasia
Tapi bisa kau lihat di mataku
Kala kubersandar pada aksara yang tak berani
Tak tersadar
Ada debar
Lalu gemetar

Aku ingin kau melihat mataku
Mata yang penuh marah kala kau memaki
;

Mengapa ada cinta yang begitu rumit
Kita yang berkelit

Entah berapa kali kulempar binar
Entah berapa detik kubuang untuk menatap

Sampai kita yang tak punya nyali ;
Bertemu lugu di mata mu




III

Pada matamu rinduku tinggal
Dan membangun gubuk sederhana
Yang kita sepakati sebagai harapan

Hujan deras dan doa ibu rajin memberi pupuk
Pada pohon cinta yang kita tanam di beranda kenangan

Namun sayang,
Engkau mencintaiku sebutuhnya
Aku mencintaimu seutuhnya




IV

Seraya aku berbaring
Kupandang kelopak mata itu
Terpejam hangat

Seraya kelopak itu membuka
Kemudian pagi hadir
Dan langsung menyusup ke jiwaku

Melalui matanya
Tersimpan rahasia semesta
Memikat alam pikiranku
Memenjarakan sukmaku

Dengan sorot kerinduan
Kasih hadir di matanya




No comments:

Post a Comment