Sunday, February 6, 2011

Mengingat Borneo



Samarinda, 17 November 2010.
Angin borneo seperti nafasmu.. pintu kamar hotel ku pun seolah diketuk lembut, menandakan kehadiranmu. Ups, ini bukan nyata, hanya bayangku yang seolah hadirkanmu. Borneo, aku disini, kamu pun jauh disana, ditengah kota yang keadilan pun dipangkas untuk tidak adil. Kamu bertahan dikotamu, kota kita.


Sementara saja aku pijak borneo.
Semua untuk hidupku yang harus kuburu nafasnya.

Aku kecilkan lagi pendingin udara didalam kamar hotel bintang empat ini. Dingin disini. Malam diborneo sungguh terasa dingin, apa karena tidak ada hadirmu disini?
Atau malam yang semakin memaksa angin berhembus kencang..
Malam itu diborneo, saat air dalam sungai Mahakam terus saja alirkan memori tentang dirimu.. aku ditepinya berbisik.. andai air mampu alirkan dan bawa aku ketempat mu. Aku ingin.
Ingin sekali.

“mengingat borneo”
1 Februari 2011 


Oval Roy 

No comments:

Post a Comment